Shanghai kembali perketat lockdown meskipun angka covid-19 mulai menurun. Foto: AFP
Shanghai kembali perketat lockdown meskipun angka covid-19 mulai menurun. Foto: AFP

Kasus Covid-19 Shanghai Turun, Pemerintah Malah Ketatkan Peraturan

Internasional Tiongkok covid-19 Kasus Covid-19 Tiongkok
Medcom • 10 Mei 2022 15:41
Shanghai: Kasus covid-19 dilaporkan turun di Shanghai, Tiongkok per Selasa, 10 Mei 2022. Namun pembatasan ketat mengindikasikan lockdown yang mengurung jutaan penduduknya tidak akan dilonggarkan dalam waktu dekat.
 
Menurut media lokal CCTV, kota itu mencatat 3.014 kasus pada Senin, 9 Mei 2022, turun dari 3.947 sehari sebelumnya.
 
Itu merupakan jumlah kasus harian terendah sejak 26 Maret, berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg. Meski tren kasus menurun, kelihatannya pembatasan akan diperketat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah kawasan telah mengumumkan “masa tenang” yang berlangsung selama beberapa hari. Selama periode ini, berbagai pengiriman dihentikan dan warga dilarang keluar rumah.
 
Hal tersebut terjadi setelah lockdown dilonggarkan di beberapa titik kota, dan setelah protes pada awal pembatasan ketika pemberhentian pengiriman mengakibatkan masyarakat kekurangan makanan dan obat.
 
Pihak berwenang pun tampaknya memperluas kriteria kontak erat. Warganet Shanghai ramai menyebut bahwa orang-orang yang tinggal satu gedung dengan pasien positif covid-19 berisiko dimasukkan ke fasilitas isolasi pemerintah. 
 
Sebelumnya, hanya orang yang tinggal di apartemen atau lantai yang sama yang kemungkinan dianggap kontak erat dengan pasien covid-19, sehingga dibawa ke karantina resmi.
 
Sementara itu, ibu kota Tiongkok sejauh ini masih lockdown di seluruh kotanya. Tapi, Beijing terus mengetatkan peraturan untuk membatasi jumlah kasus, yang naik dari 49 pada hari Minggu menjadi 74 sehari setelahnya.
 
Pejabat kesehatan setempat Pang Xinhuo pada Senin, 9 Mei 2022 mengatakan ketidakpastian menyelimuti keadaan virus di Beijing.
 
Semua wilayah di Chaoyang, Shunyi, Fangshan, dan daerah lain yang menemukan kasus covid-19 dalam tujuh hari terakhir akan melakukan tiga putaran tes massal mulai Selasa, 10 Mei 2022.
 
“Negara masih memberlakukan kebijakan nol covid. Setiap wabah yang terdeteksi harus segera diberantas,” ujar Wakil Perdana Menteri Tiongkok Sun Chunlan .
 
“Peringatan dini sangat penting dan menekankan bahwa tes PCR harus tersedia dalam jarak 15 menit di kota-kota besar,” imbuh Sun.
 
Kebijakan nol covid Tiongkok mewajibkan semua pasien positif covid-19 dan orang-orang yang kontak erat dengannya diisolasi di fasilitas pemerintah sebagai upaya memutus penularan.
 
Strategi itu efektif dalam menekan penyebaran covid-19 pada awal pandemi, namun mengalami tantangan saat dihadapi varian yang lebih menular seperti Omicron.
 
Upaya negara dalam mencari strategi terbaik membuatnya semakin terisolasi. Di sisi lain, berbagai negara di dunia telah mencabut atau melonggarkan pembatasan terkait pandemi dan memutuskan untuk hidup berdampingan dengan virus itu. Akibatnya, situasi di Tiongkok menjadi kian mencolok. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif