Pemerintah diminta transparan atas penyelidikan jatuhnya pesawat China Eastern Airlines./AFP
Pemerintah diminta transparan atas penyelidikan jatuhnya pesawat China Eastern Airlines./AFP

Petinggi Tiongkok Desak Ungkap Segera Jatuhnya Pesawat China Eastern

Medcom • 01 April 2022 21:17
Beijing: Usai rapat badan pembuat keputusan tertinggi Tiongkok yang dipimpin Presiden Xi Jinping, media lokal pada Kamis, 31 Maret 2022 melaporkan penyebab kecelakaan pesawat China Eastern pekan lalu harus dipastikan segera.
 
Dalam mengabarkan rapat Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok, media milik pemerintah setempat itu menyebut informasi kecelakaan harus dirilis secara terbuka, tepat waktu, dan transparan.
 
Inspeksi keamanan berskala nasional juga akan diluncurkan untuk meminimalisasi kemungkinan kecelakaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika kecelakaan terjadi karena kelalaian, tidak hanya staf bersangkutan yang akan dihukum, namun pejabat tinggi terkait pun turut diselidiki.
 
Sebelumnya, seorang pejabat penerbangan pada Kamis, 31 Maret 2022 mengatakan Tiongkok telah menyelesaikan proses pencarian dan penyelamatan utama di lokasi kecelakaan maskapai China Eastern minggu lalu. Laporan awal direncanakan rampung dalam waktu 30 hari setelah kejadian.
 
"Laporan akhir jatuhnya Boeing 737-800 itu akan diselesaikan dan dirilis untuk publik setelah penyelidikan berakhir," ujar Kepala keselamatan Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC) Zhu Tao, seperti dikutip The Straits Times, Jumat 1 April 2022.
 
Baca juga: Tiongkok Temukan Kotak Hitam Kedua China Eastern Airlines
 
"Seluruh pihak yang turut serta dalam penyelidikan kecelakaan akan melibatkan sejumlah ahli untuk menelusuri data penerbangan dan bukti-bukti lainnya, lalu memastikan penyebab dan detil kecelakaan secepatnya," imbuhnya.
 
Diketahui sebuah pesawat jatuh ke lereng gunung di sisi selatan Tiongkok pada 21 Maret lalu, menewaskan semua dari 132 orang di dalamnya.
 
Menurut peraturan internasional, laporan dengan jangka waktu 30 hari harus disampaikan ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tapi tidak wajib dipublikasikan.
 
Laporan akhir akan dikirimkan setahun setelah kecelakaan, meski terkadang bisa lebih lama.
 
"Pihak berwenang sudah melakukan analisis awal kecelakaan. Ini termasuk memprediksi kemungkinan lintasan, posisi dan kekuatan pesawat ketika mengenai tanah, serta membaca data sistem radar pemandu lalu lintas udara (ATC)," Zhu menambahkan.
 
Penyelidik CAAC juga tengah berupaya mengartikan data dari kedua kotak hitam.
 
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) juga mengirim tim penyelidik ke Tiongkok untuk mendukung CAAC terhadap kecelakaan penerbangan terburuk Tiongkok Daratan dalam 28 tahun.
 
Lebih dari 40.000 puing pesawat telah ditemukan. Sebagian besar puing-puing itu sudah dibawa ke hanggar. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif