Diplomat itu dipanggil pada larut malam dan diminta menjelaskan atas lemahnya pengamanan yang memungkinkan "elemen-elemen ini memasuki gedung Komisi Tinggi."
"Ia diingatkan dalam hal ini tentang kewajiban dasar Pemerintah Inggris di bawah Konvensi Wina," kata Kemenlu India, dikutip dari Asia Pasific News, Senin, 20 Maret 2023.
Pihak kementerian mengatakan, India menemukan "ketidakpedulian Pemerintah Inggris yang tidak dapat diterima terhadap keamanan tempat dan personel diplomatik India di Inggris."
Mereka berharap Pemerintah Inggris akan mengambil langkah-langkah untuk segera mengidentifikasi, menangkap, dan menuntut masing-masing dari mereka yang terlibat dan menerapkan langkah-langkah ketat untuk mencegah terulangnya insiden semacam itu.
Sebelum pernyataan Kemenlu India, Komisaris Tinggi Inggris untuk India Alex Ellis menulis di Twitter bahwa, "Saya mengutuk tindakan memalukan hari ini terhadap orang-orang dan tempat-tempat @HCI_London - sama sekali tidak dapat diterima."
Kantor berita India Press Trust of India mengatakan bahwa selama aksi protes, beberapa "elemen Khalistani" menurunkan bendera India di Komisi Tinggi India di London.
Bagian dari komunitas agama Sikh India meluncurkan gerakan Khalistan pada akhir 1970-an untuk membangun tanah air terpisah di wilayah Punjab utara. Sementara pemisahan diri Sikh di India telah mereda, kelompok pro-pemisahan diri telah menjadi aktif secara internasional. (Vania Augustine Dilia)
Baca juga: Warga India Senang Rishi Sunak Jadi Perdana Menteri Inggris
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News