Seorang warga memegang tangan korban yang terhimpit di pesta Halloween Korea Selatan. Foto: AFP
Seorang warga memegang tangan korban yang terhimpit di pesta Halloween Korea Selatan. Foto: AFP

Panggilan Darurat Ungkap Kepanikan Sebelum Tragedi Itaewon Pecah

Fajar Nugraha • 02 November 2022 16:07
Seoul: Transkrip dari 11 panggilan darurat yang dilakukan dalam beberapa jam dan menit sebelum pesta Halloween yang menewaskan lebih dari 150 orang di Seoul, Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan ketakutan yang berkembang dari massa yang sebelumnya tengah bersuka ria. Dari transkrip pula terungkap mereka mendesak polisi untuk campur tangan.
 
Transkrip panggilan darurat yang dirilis oleh polisi menunjukkan peringatan pertama tentang kemungkinan lonjakan mematikan dilakukan pada pukul 18:34 pada Sabtu 29 Oktober 2022. Ini kira-kira empat jam sebelum pesta itu berubah menjadi mematikan.
 
Komisaris Jenderal Polisi Nasional Yoon Hee-keun pada Selasa 1 November 2022 mengakui pengendalian massa di tempat kejadian "tidak memadai”. Dia mencatat bahwa polisi telah menerima banyak laporan yang memperingatkan kemungkinan kecelakaan pada malam bencana.
 
Baca: Tragedi Itaewon, PM Korsel Minta Maaf dan Akui Kekurangan dalam Pengendalian Massa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri dalam negeri dan wali kota setempat juga telah meminta maaf. Kerumunan yang tepat dan kontrol lalu lintas oleh pihak berwenang dapat mencegah atau setidaknya mengurangi lonjakan pengunjung pesta.
 
Transkrip, dirilis ke media, memberikan prediksi mengerikan tentang bagaimana tragedi itu akan terungkap.
 
"Sepertinya Anda bisa tergilas sampai mati dengan orang-orang terus datang ke sini sementara tidak ada ruang bagi orang untuk turun," kata seorang warga dalam panggilan pertama itu, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu 2 November 2022.
 
"Saya nyaris tidak berhasil pergi tetapi ada terlalu banyak orang, sepertinya Anda harus datang dan mengendalikan,” imbuhnya.
 
Tragedi pada Sabtu malam menewaskan 156 orang, banyak di antaranya berusia remaja dan 20-an. Insiden juga melukai 157 lainnya ketika orang-orang yang bersuka ria membanjiri gang-gang sempit distrik Itaewon yang populer untuk menandai perayaan Halloween pertama yang hampir tidak dibatasi dalam tiga tahun.
 
Polisi menerima 10 panggilan serupa lainnya sebelum kekacauan diketahui menjadi fatal dan merilis semua transkrip itu pada hari Selasa.
 
Transkrip tampaknya mengonfirmasi keterangan saksi, bahwa mereka melihat beberapa polisi mengarahkan lalu lintas di jalan utama. Tetapi jumlah anggota kepolisian sedikit atau tidak ada petugas di gang pejalan kaki yang ramai dan sekitarnya.
 
Sekitar 100.000 orang diperkirakan berada di Itaewon pada Sabtu, sebuah daerah yang terkenal dengan perbukitan dan gang-gang sempitnya. Ada 137 petugas polisi di sana pada saat itu, jumlah yang tentunya tidak memadai.


Sangat berbahaya

Kesaksian dari transkrip panggilan darurat itu menjelaskan situasi yang sangat berbahaya.
 
"Orang-orang berjatuhan di jalanan, sepertinya akan terjadi kecelakaan, kelihatannya sangat berbahaya," kata penelepon lain pada pukul 20:33, menurut transkrip polisi.
 
Panggilan terakhir yang dikeluarkan oleh polisi datang pada pukul 22:11, beberapa menit sebelum orang-orang yang memadati satu gang yang sangat sempit dan miring mulai saling berjatuhan sesaat sebelum pukul 22:30.
 
"(Orang-orang) bisa mati di sini. Ini kacau," transkrip panggilan itu mengatakan, mencatat bahwa jeritan terdengar melalui telepon.
 
Polisi pergi ke tempat kejadian untuk empat dari 11 panggilan, kata seorang pejabat polisi kepada wartawan. Tidak segera jelas mengapa mereka tidak mengerahkan petugas pada panggilan lain atau tindakan keamanan apa yang mereka ambil setelah tiba.
 
"Semuanya sedang diperiksa sekarang, jadi sulit bagi saya untuk menjawab saat ini," ucap seorang pejabat Badan Kepolisian Nasional.
 
Pejabat itu tidak merinci isi transkrip tersebut.
 
"Polisi akan dengan cepat dan ketat melakukan inspeksi dan penyelidikan intensif pada semua aspek tanpa kecuali untuk menjelaskan kebenaran kecelakaan ini," kata komisaris polisi Yoon pada konferensi pers sebelumnya.
 
Ketika polisi mulai menyelidiki berapa banyak orang yang terbunuh, Perdana Menteri Han Duck-soo mengatakan penyelidikan itu juga akan mencakup apakah tanggapan lembaga pemerintah di tempat itu tepat.
 
Presiden Yoon Suk-yeol telah menyatakan satu minggu berkabung nasional, dan menyerukan langkah-langkah keamanan yang lebih baik untuk mengelola kerumunan bahkan ketika tidak ada entitas pengorganisasian pusat.
 
Perayaan di Itaewon tidak memiliki penyelenggara pusat, yang berarti otoritas pemerintah tidak diharuskan untuk membuat atau menegakkan protokol keselamatan.
 
Bencana itu adalah yang paling mematikan di negara itu sejak tenggelamnya feri tahun 2014 yang menewaskan 304 orang, terutama siswa sekolah menengah.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif