Para pemimpin negara Pasifik lakukan pertemuan darurat usai Korut luncurkan rudal balistik./AFP
Para pemimpin negara Pasifik lakukan pertemuan darurat usai Korut luncurkan rudal balistik./AFP

Korut Tembakkan Rudal, Pemimpin 5 Negara Pasifik Lakukan Pertemuan Darurat

Marcheilla Ariesta • 18 November 2022 16:28
Bangkok: Para pemimpin Australia, Amerika Serikat (AS), Kanada, Selandia Baru, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mengadakan pertemuan darurat. Pertemuan ini dilakukan setelah Korea Utara (Korut) menguji rudal balistik jarak jauh terbaru.
 
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris memimpin pembicaraan tersebut. Ia menggambarkan peluncuran itu sebagai 'pelanggaran terang-terangan' terhadap hukum internasional.
 
"Ini mengganggu stabilitas keamanan di kawsan dan tidak perlu meningkatkan ketegangan," katanya dikutip dari ABC News, Jumat, 18 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sangat mengutuk tindakan ini, dan kami sekali lagi meminta Korea Utara untuk menghentikan tindakan yang melanggar hukum dan membuat tidak stabil lebih lanjut," ungkapnya.
 
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menggemakan sentimen tersebut. "Saya khususnya merasa kasihan kepada orang-orang di Republik Korea dan Jepang, yang akan sangat prihatin dengan tindakan ini," katanya dalam pertemuan tersebut.
 
"Kami mendukung dunia dan memang, dengan sekutu kami, dalam menentang dan mengutuk tindakan ini dengan seruan sekuat mungkin untuk Korea Utara," sambungnya.
 
Baca juga: Korut Kembali Lepaskan Tembakan Rudal Balistik, Kali Ini di Tengah KTT APEC
 
Peluncuran rudal telah membayangi pertemuan para pemimpin di KTT APEC, dengan pendaratan rudal di lepas pantai Jepang.
 
"Kami akan terus menyerukan diakhirinya penggunaan rudal," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kepada kelompok tersebut.
 
"Kami juga akan terus menyerukan diakhirinya proliferasi senjata nuklir," ungkap dia.
 
Korut kembali menembakkan rudal balistik antarbenua pada hari ini. Ini adalah peluncuran kedua dalam dua hari saat Pyongyang melanjutkan serangan kilat yang memecahkan rekor yang telah meningkatkan kekhawatiran akan uji coba nuklir.
 
Peluncuran itu terjadi sehari setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik jarak pendek ketika Menteri Luar Negerinya, Choe Son Hui, memperingatkan Pyongyang akan mengambil tindakan militer "lebih keras" jika Amerika Serikat memperkuat komitmen pencegahan yang diperpanjang terhadap sekutu regional.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif