Pekerja dengan alat pelindung diri menurunkan sejumlah kotak dari sebuah truk di Shanghai, Tiongkok, 16 Mei 2022. (Hector RETAMAL / AFP)
Pekerja dengan alat pelindung diri menurunkan sejumlah kotak dari sebuah truk di Shanghai, Tiongkok, 16 Mei 2022. (Hector RETAMAL / AFP)

Shanghai Klaim Capai Target 'Nol Covid'

Willy Haryono • 17 Mei 2022 13:45
Shanghai: Pemerintah kota Shanghai di Tiongkok mengeklaim pada Selasa, 17 Mei 2022, bahwa pihaknya telah berhasil mencapai target "nol Covid" di seluruh distrik. Namun pengumuman ini disambut sikap skeptis warga Shanghai di media sosial yang mengatakan bahwa kebijakan penguncian (lockdown) Covid-19 masih berlanjut hingga saat ini.
 
Menghadapi wabah Covid-19 terburuk sejak awal pandemi, Tiongkok menerapkan lockdown ketat di Shanghai sejak awal April lalu.
 
Keputusan pemerintah pusat dalam menerapkan lockdown disambut aksi protes warga, yang merasa kebijakan tersebut diterapkan terlalu panjang sehingga memicu berbagai krisis, termasuk pasokan makanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Total 16 distrik di Shanghai sudah mencapai nol Covid di level masyarakat," kata pejabat komisi kesehatan Shanghai Zhao Dandan kepada awak media, dikutip dari AFP.
 
Hari Minggu kemarin, Wakil Wali Kota Chen Tong mengatakan bahwa Shanghai akan membuka kembali sektor usaha secara bertahap dimulai dari pekan ini. Ia tidak mengelaborasi lebih lanjut mengenai detail implementasinya.
 
Meski otoritas Shanghai mengeklaim capaian nol Covid, jutaan warga masih belum dapat meninggakan kompleks tempat tinggal mereka masing-masing. Saat ini, berdasarkan data resmi, lebih dari 3,8 juta warga Shanghai masih berada di bawah lockdown ketat.
 
Strategi nol Covid ala Tiongkok meliputi penutupan perbatasan, karantina jangka panjang, tes massal, dan lockdown.
 
"Katanya sudah mencapai nol Covid-19, tapi mengapa orang-orang di distrik Songjiang hanya diperbolehkan keluar satu kali per dua hari," tulis seorang pengguna situs media sosial Weibo.
 
"Apakah ini adalah Shanghai di dunia paralel?" tanya pengguna lainnya.
 
Baca:  Tiongkok Lagi Ketar-ketir, Ekonominya Bisa Menyusut Gara-gara Lockdown
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif