Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Curi Kartu Kredit dari Pasien, Perawat Habiskan Rp360 Juta

Internasional pencurian kejahatan
Arpan Rahman • 28 April 2020 18:07
Sydney: Seorang perawat Sydney di Australia berbelanja dengan 36.000 dolar Australia atau setara Rp360 juta dengan kartu kredit yang diambil dari pasien sedang dioperasi yang tidak sadar. Ia kemudian berhasil menipu polisi untuk menutup penyelidikan atas dirinya.
 
Saeeda Kauser memesan minyak esensial senilai 330 dolar ke rumahnya di Forestville. Dia bahkan mendaftar untuk gym F45 lokal dan mencoba mendaftar dalam program pelatihan seumur hidup senilai 3.135 dolar di antara 78 pembelian lain dan melakukan pembelian di awal 2018.
 
Pengadilan New South Wales (NSW) pada Senin 27 April menyatakan bahwa wanita 32 tahun itu bersalah atas kesalahan profesional. Pihak berwenang melarangnya berpraktik sebagai perawat sampai akhir 2022 karena pelanggaran terhadap tiga pasien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perilakunya yang diperhitungkan dilakukan dengan pemahaman penuh tentang apa yang ingin ia capai,” pernyataan pihak Pengadilan Sipil dan Administratif NSW.
 
"Sementara pengadilan menerima (Kauser) mungkin menderita beberapa bentuk depresi. Namun tidak menerima bahwa itu memaafkan perilakunya," katanya.
 
"Perilakunya sangat ofensif karena dia berurusan dengan pasien yang rentan yang menjalani operasi, tindakan yang dilakukan saat pasien tidak sadar dan dia menunjukkan kurangnya pemahaman yang luar biasa tentang bahaya yang dia lakukan pada orang lain," bubuhnya, dirilis dari News.com.au Selasa, 28 April 2020.
 
Kauser, yang mengaku bersalah dan dihukum karena penipuan, mengakui tuduhan pelanggaran dan memindahkan dirinya dari daftar perawat sebelum keputusan pengadilan.
 
Bahkan perempuan yang sempat menjadi direktur perawat Sydney Skin and Vein Clinic itu mencuri kartu pasien, di saat wanita korbannya dioperasi di Rumah Sakit Chatswood.
 
Dimulai dengan restoran Thailand di gedung yang sama, ia melakukan 55 pembelian dengan total 23.272 dolar dalam waktu dua pekan. Ketika wanita itu melaporkan pencurian ke klinik, Kauser menelepon kembali dan menanyakan detail spesifik tentang apa yang dia katakan kepada polisi.
 
Berbekal informasi itu, perawat itu memanggil polisi, berpura-pura menjadi pasien dan mengarang cerita tentang anak tirinya yang bertanggung jawab. Dia berjanji untuk "menghukumnya setimpal".
 
Permintaannya agar kasus itu ditutup diterima. Panggilan kedua ke hotline penipuan Westpac berakhir setelah Kauser gagal memverifikasi identitasnya.
 
Pasien mengetahui kasus itu ditutup ketika dia menelepon polisi pada hari berikutnya. Melakukan penyelidikan sendiri, wanita itu menemukan nama Kauser yang dilampirkan pada pesanan 337 dolar untuk membeli minyak esensial dan mengetahui ada setidaknya satu korban lainnya.
 
Pasien lain memiliki uang tunai 230 dolar dan detail kartu kreditnya dicuri saat ia berada di kamar mandi sebelum operasi. Rincian digunakan untuk melakukan pembelian yang berhasil dan tidak berhasil berjumlah 12.126 dolar dalam sepekan.
 
Upaya untuk membeli sesi pelatihan seumur hidup dilakukan dengan kartu yang dicuri ketika pasien ketiga sedang dioperasi.
 
Kauser membantah kecurangan itu kepada majikannya dan pada sidang Dewan Keperawatan dan Kebidanan NSW pada April 2018, tetapi direhabilitasi di pengadilan akhir tahun itu. Pada November 2018, ia dihukum karena tiga tuduhan penipuan karena mendapatkan harta benda senilai 36.300 dolar secara tidak jujur dan berusaha mendapatkan sesi pelatihan seumur hidup.
 
Kauser mengatakan kepada NCAT bahwa dia tidak lagi ingin menjadi perawat. “Saya melakukan yang terbaik untuk membangun kembali hidup saya dari apa yang tersisa,” katanya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif