Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev tegaskan konflik dengan Armenia diselesaikan lewat aksi militer. Foto: Anadolu
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev tegaskan konflik dengan Armenia diselesaikan lewat aksi militer. Foto: Anadolu

Presiden Azerbaijan: Bentrokan Tidak Akan Berhenti

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Fajar Nugraha • 01 Oktober 2020 10:13
Baku: Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan bahwa bentrokan perbatasan mungkin berhenti jika tentara Armenia menarik pasukannya.
 
“Kalau masalah ini tidak diselesaikan melalui perundingan. Saya katakan Azerbaijan punya semua hak untuk menyelesaikan masalah ini lewat cara militer. Hak ini diberikan kepada kami oleh rakyat Azerbaijan dan hukum internasional,” kata Aliyev, seperti dikutip Anadolu, Kamis 1 Oktober 2020.
 
Dia mengatakan posisi strategis di wilayah Karabakh Atas yang diduduki telah dibebaskan. “Kami berjuang untuk keadilan, kami berjuang di tanah kami sendiri, kami berjuang untuk tanah air,” tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aliyev mencatat bahwa Armenia telah menduduki wilayah pegunungan Azerbaijan yang terkurung daratan selama hampir 30 tahun. Menurutnya Armenia telah menghancurkan infrastruktur dan situs bersejarah di sana dan mengusir lebih dari 1 juta orang dari tanah mereka sendiri.
 
Dia berterima kasih kepada Turki atas dukungannya yang tak tergoyahkan setelah gejolak baru di perbatasan.
 
“Sikap jelas Presiden (Turki) (Recep Tayyip) Erdogan menunjukkan bahwa Azerbaijan tidak sendiri. Turki mendukung Azerbaijan dan Azerbaijan mendukung Turki,” ucapnya.
 
Uni Eropa, Rusia, dan NATO, antara lain, telah mendesak penghentian segera bentrokan di sepanjang perbatasan.
 
Hubungan antara kedua negara bekas Uni Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
 
Sebanyak resolusi Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB, serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan pendudukan.
 
OSCE Minsk Group yang diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan AS, dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata kemudian disepakati pada 1994.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif