Kepala Polisi Korea Selatan Yoon Hee-keun membungkuk meminta maaf atas tragedi pesta Halloween di Itaewon. Foto: AFP
Kepala Polisi Korea Selatan Yoon Hee-keun membungkuk meminta maaf atas tragedi pesta Halloween di Itaewon. Foto: AFP

Momen Kepala Polisi Korea Membungkuk Minta Maaf Atas Tragedi di Pesta Halloween

Fajar Nugraha • 03 November 2022 05:44
Seoul: Komisaris Jenderal polisi Korea Selatan (Korsel) Yoon Hee-keun membungkuk dan meminta maaf atas tragedi pesta Halloween di Itaewon. Insiden itu seperti diketahui menewaskan 156 orang.
 
Yoon termasuk di antara sejumlah pejabat yang meminta maaf atas tragedi mematikan itu yang juga menyebabka 151 orang terluka pada 29 Oktober 2022.
 
Yoon Hee-keun mengatakan pada Selasa 1 November 2022 bahwa tanggapan polisi terhadap bencana itu “tidak memadai.”
 
Baca: PM Korsel Desak Polisi Jelaskan Tanggapan Panggilan Darurat saat Tragedi Itaewon.

“Saya merasakan tanggung jawab yang berat, sebagai kepala salah satu kantor pemerintah terkait,” kata Yoon dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, seperti dikutip kantor berita Yonhap, Kamis 3 Novebmber 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yoon mengatakan Badan Kepolisian Nasional sedang mencari tahu bagaimana petugas di lapangan menangani lonjakan massa, dan fakta bahwa layanan darurat menerima sejumlah panggilan yang memperingatkan mereka tentang keseriusan naksir saat situasi memburuk. Yoon mengatakan tanggapan polisi terhadap panggilan itu “tidak cukup.”
 
"Saya akan melakukan yang terbaik untuk mencegah insiden tragis seperti itu terjadi lagi di masa depan. Sementara sekali lagi merasakan tanggung jawab yang tidak terbatas untuk keselamatan publik melalui kecelakaan ini," kata Yoon setelah membungkuk ke hadapan pers.
 
Pejabat lain, termasuk wali kota Seoul dan menteri dalam negeri Korea Selatan, juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
 
Wali Kota Seoul Oh Se-hoon meneteskan air mata selama konferensi pers.
 
"Ketika saya mencoba menghibur seseorang dengan seorang anak perempuan yang dirawat di National Medical Center kemarin, mereka mengatakan bahwa anak perempuan mereka akan selamat, dan mereka percaya begitu," kata Wali Kota Oh seperti dikutip oleh Associated Press.
 
“Saya dengar dia meninggal pagi ini. Saya minta maaf karena permintaan maaf saya datang terlambat,” tuturnya.
 
Pada pertemuan Majelis Nasional, Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min mengatakan: “Sangat menyedihkan bagi saya sebagai seorang ayah yang memiliki putra dan putri. Sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa tidak nyatanya situasi ini, dan sulit untuk menerima situasi ini,” menurut BBC News.
 
Polisi telah meluncurkan gugus tugas 475 orang untuk menentukan penyebab bencana, menyisir video kamera keamanan dan mewawancarai saksi. Mereka mengatakan kepada BBC bahwa panggilan darurat pertama datang pada pukul 18:34. waktu setempat, beberapa jam sebelum penyerbuan maut itu dimulai, dan bahwa ada 10 panggilan lain selama beberapa jam berikutnya.
 
Beberapa orang mempertanyakan penempatan hanya 137 petugas polisi untuk mengendalikan kerumunan di distrik pusat Seoul di tengah perayaan Halloween pada malam bencana. Meskipun jumlah itu lebih tinggi yang dikerahkan dalam tiga tahun sebelum pandemi covid-19, sekitar 7.000 petugas dikerahkan ke daerah lain di kota itu untuk memantau protes yang juga menarik banyak orang.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif