Seorang anggota militan Taliban yang melakukan penjagaan di sekitar Kabul. Foto: AFP
Seorang anggota militan Taliban yang melakukan penjagaan di sekitar Kabul. Foto: AFP

Menyamar Jadi Taliban, Kelompok Bersenjata Serang Pesta Pernikahan

Internasional penyerangan Taliban afghanistan
Medcom • 01 November 2021 17:13
Kabul: Beberapa laki-laki bersenjata yang menyamar sebagai anggota Taliban dilaporkan telah membunuh tiga warga selama akhir pekan. Mereka disebut menyerang sebuah pernikahan di Kabul, Afghanistan guna menghentikan suara musik.
 
Dilansir dari The Sydney Morning Herald, Senin, 1 November 2021, Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan, dua dari tiga laki-laki tersebut telah ditangkap. Ia pun bersikeras “mereka bukan bagian dari Taliban”.
 
“Akibat penembakan itu, setidaknya tiga orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Dua tersangka telah ditahan oleh Taliban sehubungan dengan insiden tersebut dan satu orang yang melarikan diri masih dalam pengejaran,” ujar Mujahid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, musik diketahui belum secara resmi dilarang di Afghanistan sejak pengambilalihan Taliban sejak Agustus lalu. Namun, pada pemerintahan Taliban sebelumnya, musik dianggap sebagai pelanggaran hukum Islam.
 
“Tadi malam, di pernikahan Haji Malang Jan di desa Shamspur Mar Ghundi Nangarhar, tiga orang yang memperkenalkan diri sebagai Taliban memasuki persidangan dan meminta agar musik berhenti diputar,” kata Mujahid.
 
Ia menambahkan, para pelaku yang ditangkap dan “yang telah menggunakan nama emirat Islam untuk melakukan permusuhan pribadi mereka. Pelaku telah diserahkan untuk menghadapi hukum syariat”.
 
Mujahid pun mengatakan, warga Afghanistan harus mencoba “membujuk” orang lain untuk tidak memainkan musik, daripada menembak mereka.
 
“Di jajaran emirat Islam, tidak ada yang berhak menjauhkan siapapun dari musik atau apa pun, hanya untuk mencoba membujuk mereka. Itu jalan utama,” ucapnya.
 
Saat itu, serangan disebut terjadi ketika pemimpin tertinggi Taliban yang tertutup, Haibatullah Akhundzada secara langka tengah muncul ke publik dalam upaya nyata guna menghilangkan desas-desus terkait kematiannya.
 
Pemimpin berusia 60 tahun itu, tidak terlihat di Afghanistan sejak pengambilalihan Taliban, konon berkunjung ke kota selatan Kandahar. 
 
Seorang pejabat Taliban yang ikut serta dalam kunjungan tersebut mengklaim dalam sebuah wawancara, Akhundzada mengunjungi Jamia Darul Aloom Hakimia, sebuah sekolah agama.
 
Namun, tidak terdapat rekaman video atau foto dari acara tersebut. Sementara satu-satunya bukti yang diberikan oleh Taliban adalah rekaman audio selama 10 menit, yang dibagikan melalui akun media sosialnya.
 
Selain itu, belum terdapat penampakan Akhundzada yang dikonfirmasi selama bertahun-tahun, yang sering menimbulkan spekulasi tentang keberadaannya dan apakah dia masih hidup.  (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif