Dubes RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing bersama dengan Presiden Maladewa, Ibrahim Mohamed Solih./KBRI Kolombo
Dubes RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing bersama dengan Presiden Maladewa, Ibrahim Mohamed Solih./KBRI Kolombo

Presiden Maladewa Berharap Indonesia Buka Peluang Pendidikan Tinggi Bagi Warganya

Marcheilla Ariesta • 19 Mei 2022 23:24
Male: Presiden Maladewa, Ibrahim Mohamed Solih berharap Indonesia membuka peluang bagi warganya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Duta Besar RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing menerima harapan tersebut saat menyerahkan surat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Solih.
 
"Presiden Ibrahim Mohamed Solih juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan Maladewa-Indonesia, perlunya lebih mengeksplorasi bidang-bidang kerja sama baru untuk memperkuat kemitraan, serta mendorong penguatan dialog bilateral kedua negara," ucap Konselor KBRI Kolombo, Heru Prayitno, dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Kamis, 19 Mei 2022.
 
Dewi menyambut baik usulan kerja sama di bidang pendidikan dan menyampaikan pendidikan universitas serta pendidikan vokasi yang dikembangkan Indonesia terbuka untuk dimanfaatkan Maladewa bagi peningkatan kapasitas sumber dayanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia sepakat untuk melakukan penguatan dialog antara kedua negara dalam mengangkat peluang yang tersedia, serta mengimplementasikanya.
 
Baca juga: Bantuan Obat dan Alkes Tahap Kedua RI Tiba di Sri Lanka
 
Baik Presiden Solih dan Dubes Dewi juga sepakat perlu adanya peningkatan hubungan antarmasyarakat.
 
"Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan Maladewa sebagai negara Islam serta hubungan sejarah di bidang budaya yang terjalin sejak lama akan menjadi jembatan kuat dalam meningkatkan aktivitas people-to-people," ucap Dewi.
 
Ia menambahkan, kedua negara juga perlu mendorong perdagangan. "Volume perdagangan Indonesia-Maladewa pada 2021 senilai USD40,8 juta dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD39,5 juta," katanya.
 
Meski demikian, Dewi menuturkan, nilai tersebut masih jauh dari potensi yang dimiliki, mengingat Maladewa mengimpor hampir 90 persen kebutuhan dalam negerinya. Peluang ini, menurut Dewi, harus dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia untuk masuk ke pasar Maladewa.
 
Hal ini termausk menyuplai produk halal bagi penduduk Maladewa yang berjumlah 500 ribu orang dan produk-produk yang dibutuhkan resor untuk melayani turis asing yang berkunjung ke negara itu.
 
"Maladewa juga terbuka bagi produk-produk non-makanan, seperti untuk mendukung infrastruktur, serta kebutuhan resort-resort serta kebutuhan masyarakat Maladewa pada umumnya," tambahnya.
 
Maladewa merupakan negara kepulauan yang berada di Samudera Hindia dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu dan 100 persen beragama Islam. Kepulauan Maladewa atau lebih dikenal dengan Maldives ini secara geografis termasuk negara yang berada di Asia Selatan. 
 
Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Maladewa pada tanggal 2 September 1974.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif