Wellington: Ada suasana berbeda di stasiun kereta api utama kota Wellington, Selandia Baru pada Jumat, 15 Juli lalu. Di tengah hiruk pikuk para penumpang yang hendak pulang dari perkantoran dan pusat kota, alunan merdu gamelan Bali dan tarian bali membuat langkah mereka terhenti sejenak.
Acara bertajuk "The Bali Sensory Experience" menghadirkan penampilan kelompok gamelan dan tarian Bali yang tidak hanya beranggotakan orang Indonesia, namun juga warga Selandia Baru.
Berdasarkan keterangan di situs Kementerian Luar Negeri, Senin, 18 Juli 2022, kegiatan di stasiun Wellington ini diadakan kelompok Friends of Indonesia tertua di Selandia Baru, New Zealand-Indonesia Association (NZIA), berkolaborasi dengan salah satu kelompok seni Indonesia, Mekar Bhuana Aotearoa.
Tidak hanya itu, para penonton yang hadir juga berkesempatan mencicipi kopi Indonesia asal Kerinci sambil menikmati penampilan yang menyita perhatian. Dalam pertunjukan yang berlangsung tidak lebih dari satu jam tersebut, ditampilkan Tari Legong Condong, Tari Rejang Renteng, Gending Bapang Badung, dan Geding Kapi Raja.
Bali merupakan destinasi wisata yang sangat dikenal oleh orang-orang Selandia Baru. Promosi seni budaya seperti ini merupakan kontribusi positif dalam upaya penguatan people-to-people contact dan semakin dikenalnya budaya Indonesia di Selandia Baru.
Sebelumnya, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Kevin Burnett mengajak warga negara Indonesia (WNI) untuk berkunjung ke negaranya. Hal ini dimungkinkan karena Selandia Baru sedang bersiap untuk membuka sepenuhnya perbatasan negara mereka yang ditutup karena pandemi Covid-19.
"Perbatasan kami akan dibuka untuk turis, perwakilan bisnis, pekerja, keluarga dan pelajar internasional," ujar Burnett pada akhir Juni lalu.
Baca: Segera Buka Perbatasan, Dubes Selandia Baru Ajak WNI ke Negaranya
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan