Warga kota Melbourne, Victoria, Australia berolahraga di hari kelima lockdown pada 1 Juni 2021. (William WEST / AFP)
Warga kota Melbourne, Victoria, Australia berolahraga di hari kelima lockdown pada 1 Juni 2021. (William WEST / AFP)

Victoria Catat 6 Kasus Baru Covid-19, Lockdown Berpotensi Diperpanjang

Willy Haryono • 02 Juni 2021 09:38
Victoria: Negara bagian Victoria di Australia mencatat enam kasus baru Covid-19 menjelang perpanjangan kebijakan penguncian (lockdown) yang kemungkinan diumumkan pada Rabu ini, 2 Juni 2021. Tambahan 6 infeksi ini menjadikan total kasus Covid-19 dalam wabah terbaru di Victoria mencapai 60.
 
Tes Covid-19 terus dilakukan di Victoria, dengan jumlah mencapai 51.033 dalam 24 jam terakhir. Vaksinasi juga terus diberikan, mencapai sebanyak 20.585 dalam periode yang sama.
 
Otoritas Victoria menggelar rapat sepanjang malam untuk membicarakan berbagai opsi, termasuk perpanjangan lockdown yang dijadwalkan berakhir pada Kamis besok.

Baca:  Kasus Baru Covid-19, Australia Lockdown Negara Bagian Victoria
 
Mengenai kemunculan 6 kasus lokal ini, otoritas Victoria mencurigai terjadinya transmisi dari orang asing ke orang asing, bukan di kalangan individu yang saling kenal seperti keluarga atau teman.
 
Komandan tes Covid-19 Victoria, Jeroen Weimar, mengatakan empat hingga lima kasus dari 54 infeksi Covid-19 melibatkan orang-orang yang tidak saling mengenal.
 
"Mereka tidak saling mengetahui nama masing-masing, dan hal ini sangat berbeda dengan yang kami lihat sebelumnya," tutur Weimar, dilansir dari laman tvnz.co.nz.
 
Menteri Kesehatan Martin Foley mengatakan bahwa varian Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di India merupakan salah satu faktor yang dapat berujung pada keputusan memperpanjang lockdown di Victoria.
 
"Itu adalah salah satu hal yang akan dipertimbangkan oleh pemimpin kesehatan (Brett Sutton) dan timnya," ungkap Foley.
 
Dalam sebuah pernyataan, Sutton mendeskripsikan varian asal India ini sebagai "virus yang berbahaya."
 
"Saya mendeskripsikan virus ini sebagai makhluk buas karena bergerak begitu cepat dari varian lain yang pernah kami tangani," ujarnya.
 
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan melabeli varian-varian Covid-19 dengan alfabet Yunani. Menurut WHO, pelabelan ini diperlukan demi menghindari stigmatisasi buruk terhadap negara yang mendeteksi varian baru Covid-19.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan