Petugas mengevakuasi korban kecelakaan pesawat Pakistan International Airlines di Karachi, Pakistan, Jumat 22 Mei 2020. (Foto: AFP/Rizwan TABASSUM
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan pesawat Pakistan International Airlines di Karachi, Pakistan, Jumat 22 Mei 2020. (Foto: AFP/Rizwan TABASSUM

Total 80 Jenazah Ditemukan di Lokasi Kecelakaan PIA

Internasional Kecelakaan Pesawat Pakistan
Willy Haryono • 23 Mei 2020 09:27
Karachi: Total 80 jenazah ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat maskapai Pakistan International Airlines (PIA) di Karachi, Pakistan. Pesawat yang mengangkut hampir 100 orang jatuh di area permukiman warga di Karachi pada Jumat kemarin.
 
Pesawat dengan nomor penerbangan PK8303 dua kali mencoba mendarat di Bandara Internasional Jinnah. Pesawat itu jatuh dalam percobaan kedua, menghantam sejumlah rumah dan bangunan lainnya di Karachi.
 
Dilansir dari AFP, Sabtu 23 Mei 2020, otoritas setempat mengonfirmasi adanya dua korban selamat dan 17 jenazah "sejauh ini telah berhasil diidentifikasi."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, kepala eksekutif PIA Arshad Mahmood Malik mengatakan dalam konferensi pers bahwa hanya ada satu penyintas, yakni Presiden Bank Punjab, Zafar Masud. Namun otoritas setempat mengonfirmasi ada satu lagi penyintas.
 
"Operasi di lokasi kejadian akan terus berlanjut hingga semua jenazah berhasil dievakuasi," kata seorang pejabat setempat kepada AFP. "Sejauh ini ada 80 jenazah yang telah ditemukan di balik puing-puing," sambungnya.
 
Asap hitam terlihat di tengah upaya petugas dalam memadamkan api di sekitar lokasi kejadian. Seorang reporter AFP mengaku melihat sejumlah jasad terbakar yang diangkut ke ambulans.
 
Muhammad Zubair, salah satu korban selamat, mendeskripsikan pengalaman buruknya. "Saya kehilangan kesadaran. Saat saya tersadar, ada begitu banyak asap dan teriakan," ucapnya.
 
Zubair mengatakan periode waktu antara percobaan pendaratan pertama dan kecelakaan berkisar 10 hingga 15 menit. "Tidak ada orang yang menyadari bahwa pesawat akan jatuh. Pilot menerbangkan pesawatnya dengan mulus," ujar Zubair.
 
Menara pengawas mengizinkan PK8303 untuk mendarat di Bandara Internasional Jinnah pada Jumat pukul 14.30 waktu setempat. Meski sudah mendapat izin, pilot memutuskan untuk berputar dan mencoba mendarat untuk kali kedua.
 
Alasan mengapa pilot berputar belum diketahui pasti, namun seorang pejabat penerbangan menduga pesawat tersebut mungkin tidak bisa mengeluarkan roda pendaratan. Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan bekas terbakar di bagian mesin, tapi tidak terlihat ada roda pendaratan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif