Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNHCR) Michelle Bachelet./AFP
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNHCR) Michelle Bachelet./AFP

Tiongkok Izinkan Komisaris Tinggi HAM PBB Kunjungi Xinjiang

Marcheilla Ariesta • 28 Januari 2022 23:19
Beijing: Tiongkok setuju menjadi tuan rumah saat Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNHCR) Michelle Bachelet mengunjungi Xinjiang. Namun, hal itu boleh dilakukan setelah berakhirnya Olimpiade Musim Dingin.
 
Komisaris UNHCR telah mendapatkan persetujuan untuk kunjungan ke wilayah Xinjiang di Tiongkok. South China Morning Post melaporkan, kunjungan tersebut dapat dilakukan di paruh pertama tahun ini setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing.
 
Terobosan yang dilaporkan terjadi setelah UNHCR melakukan negosiasi dengan Beijing untuk menjadwalkan kunjungan sejak September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Izin telah diberikan oleh pemerintah Presiden Xi Jinping dengan syarat perjalanan itu harus bersahabat dan tidak dibingkai sebagai penyelidikan," kata South China Morning Post, Jumat, 28 Januari 2022.
 
Tiongkok sejak lama dituduh oleh kelompok HAM melakukan penindasan kepada etnis Uighur yang mayoritas Muslim di wilayah Xinjiang.
 
Kekhawatiran telah dikemukakan tentang pelanggaran yang meluas, termasuk penahanan massal, kerja paksa, penyiksaan dan serangan seksual terhadap lebih dari satu juta orang Uighur di pusat-pusat penahanan di wilayah tersebut.
 
Beijing membantah tuduhan tersebut. Mereka mengatakan, pusat-pusat itu menyediakan pelatihan kejuruan sukarela sebagai bagian dari program untuk mencegah kekerasan separatis.
 
Kantor Bachelet mengkonfirmasi mereka dalam pembicaraan dengan Tiongkok untuk kemungkinan kunjungan. Namun, mereka menegaskan bahwa kunjungan harus bermakna dengan akses tanpa pengawasan ke wilayah tersebut.
 
"Seperti yang dikatakan Komisaris Tinggi, akses yang bermakna dan tidak terbatas ke wilayah Xinjiang sangat penting," ucap juru bicaranya, Rupert Colville.
 
Sumber mengatakan kepada surat kabar itu bahwa Beijing telah menuntut "penundaan" dalam rilis laporan UNHCR mendatang tentang Xinjiang sampai Olimpiade selesai.
 
"Setelah putaran diskusi baru-baru ini dengan Bachelet dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Tiongkok telah setuju untuk menjadi tuan rumah Bachelet pada paruh pertama tahun ini setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing,” kata salah satu sumber.
 
"Tiongkok juga menjelaskan bahwa mereka ingin mendefinisikan perjalanan itu sebagai kunjungan persahabatan alih-alih penyelidikan dengan praduga bersalah," lanjutnya.
 
Olimpiade Musim Dingin Beijing, yang dijadwalkan berlangsung dari 4-20 Februari, kembali menyoroti catatan hak asasi manusia Tiongkok. Sejumlah negara menyerukan boikot atas pelecehan terhadap Uighur, seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif