Serial Korea Selatan 'Squid Game' banyak mendapatkan penonton. Foto: AFP
Serial Korea Selatan 'Squid Game' banyak mendapatkan penonton. Foto: AFP

Pemerintah Korut Eksekusi Mati Penyelundup Serial ‘Squid Game’

Internasional korea utara korea selatan Hukuman Mati Squid Game
Medcom • 26 November 2021 11:40
Pyongyang: Pemerintah Korea Utara (Korut) disebut mengeksekusi seorang pria Korut yang menyelundupkan serial Korea Selatan (Korsel), Squid Game. Sebanyak tujuh siswa sekolah menengah pun akan dipenjara seumur hidup, akibat membeli drive USB berisikan serial yang dirilis pada September lalu tersebut.
 
Radio Free Asia (RFA) melaporkan, pria yang menyelundupkan dan menjual drama distopia itu telah dijatuhi hukuman mati oleh regu tembak. Enam siswa lainnya yang menonton ‘Squid Game’ dijatuhi hukuman lima tahun kerja paksa.
 
“Pengawas mereka juga dikatakan dihukum, dengan guru dan administrator sekolah dipecat, mungkin diasingkan untuk bekerja di tambang terpencil,” kata RFA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah sumber pun mengatakan kepada outlet, salah satu siswa lolos. Kedua orang tua siswa tersebut membayar suap hampir Rp43 juta.
 
RFA merupakan layanan berita nirlaba yang didanai pemerintah Amerika Serikat (AS), melayani pemirsa di Asia. FRA bertujuan untuk “menyediakan berita dan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada negara-negara Asia yang pemerintahnya melarang akses ke pers yang bebas.”
 
Dilansir dari Yahoo News, Jumat, 26 November 2021, serial yang dibuat oleh Hwang Dong-hyuk tersebut menceritakan kisah 456 orang yang dibebani utang. Mereka bersaing untuk mendapatkan lebih dari Rp548 miliar, melewati permainan bertahan hidup yang brutal.
 
Sebuah sumber penegak hukum di provinsi Hamgyong Utara, Korut pun menjelaskan kronologi penjatuhan hukuman keras terhadap para siswa kepada layanan Korea RFA. Para siswa ditangkap oleh sensor pemerintah, setelah mendapat informasi.
 
"Ini semua dimulai minggu lalu ketika seorang siswa sekolah menengah diam-diam membeli USB flash drive yang berisi drama Korsel 'Squid Game' dan menontonnya dengan salah satu temannya, teman terbaik di kelas. Teman itu memberi tahu beberapa siswa lain, yang menjadi tertarik, dan mereka membagikan flash drive dengan mereka,” ujar sumber tersebut.
 
RFA pun mengatakan, insiden ini menjadi pertama kalinya, pemerintah Korut menghukum anak di bawah umur. Di bawah Undang-Undang (UU) yang menghukum distribusi, menonton, atau menyimpan media dari sejumlah negara kapitalis seperti Korsel dan AS.
 
“Pemerintah menanggapi insiden ini dengan sangat serius, dengan mengatakan, pendidikan para siswa diabaikan,” tutur sumber RFA.
 
Oktober lalu, sebuah situs propaganda Korut yang dikelola negara mengatakan, drama Netflix menyoroti bagaimana Korsel adalah tempat dimana “korupsi dan bajingan tidak bermoral adalah hal biasa.” Salah satu karakter “Squid Game” adalah seorang pembelot Korut yang ceritanya menyoroti pelariannya yang sulit dari negara itu.
 
Meskipun terdapat ancaman pembalasan, selundupan, salinan ilegal "Squid Game" telah masuk ke Korut. Artikel sebelumnya dari RFA mencatat, warga Korut menganggap perjuangan keuangan karakter acara itu “relatable”. Netflix mengatakan, serial hits tersebut memiliki pemirsa bulan pertama tertinggi dari semua aslinya. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif