Warga Guangzhou memakai masker di tengah pembatasan Covid-19. (AFP)
Warga Guangzhou memakai masker di tengah pembatasan Covid-19. (AFP)

Ikuti Wilayah Lain, Warga Guangzhou Protes Pembatasan Covid-19 Tiongkok

Marcheilla Ariesta • 30 November 2022 15:42
Guangzhou: Warga di pusat manufaktur Guangzhou bentrok dengan polisi anti huru-hara bersetelan baju hazmat putih pada Selasa malam. Bentrokan di Guangzhou menandai peningkatan dari protes menentang pembatasan Covid-19 di berbagai kota di Tiongkok, termasuk Shanghai, Beijing, Chengdu dan lainnya.
 
Unjuk rasa ini menjadi gelombang pembangkangan sipil terbesar di Tiongkok sejak Presiden Xi Jinping berkuasa satu dekade lalu.
 
Aksi protes berskala masif di Tiongkok dipicu kebakaran sebuah gedung di Urumqi, Xinjiang, yang menewaskan sejumlah orang beberapa hari lalu. Banyak warganet Tiongkok menilai, korban jiwa berjatuhan karena para penghuni gedung kesulitan melarikan diri di tengah kebijakan penguncian (lockdown) Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah video di Twitter, terlihat polisi anti huru-hara dengan alat pelindung diri serba putih sembari memegang perisai. "Mereka maju dalam formasi dengan melindungi benda-benda yang dilemparkan ke arah mereka," lapor The Straits Times, Rabu, 30 November 2022.
 
Polisi kemudian terlihat mengawal deretan orang yang diborgol ke lokasi yang tidak diketahui. Sementara itu, potongan video lain menunjukkan orang-orang melempar benda ke arah polisi.
 
Sebagai rumah bagi banyak pekerja pabrik migran, Guangzhou adalah kota pelabuhan di provinsi Guangdong yang terletak di utara Hong Kong. Para pejabat Guangzhou mengumumkan, mereka yang memiliki kontak dekat dengan individu terinfeksi Covid-19 boleh menjalani isolasi mandiri di rumah, bukan ke tempat khusus karantina.
 
Keputusan tersebut berbeda dari praktik biasa di bawah kebijakan "Nol Covid" Tiongkok, yang biasanya begitu mengikat kebebasan warga. Sejumlah pihak menilai, pelonggaran aturan ini hanya bertujuan untuk menenangkan publik.
 
"Polisi datang ke rumah saya, menanyakan semuanya. Mereka meminta saya melengkapi catatan tertulis," kata seorang warga Beijing.
 
Warga lain mengatakan bahwa beberapa temannya yang mengunggah video protes di media sosial, telah dibawa ke kantor polisi. Mereka diminta menandatangani janji untuk tidak akan melakukan perbuatan itu lagi.
 
Baca:  Antrean Tes PCR di Permukiman Warga Beijing
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif