Ilustrasi gelombang tsunami. (Medcom.id)
Ilustrasi gelombang tsunami. (Medcom.id)

Korban Tewas Tsunami Tonga Bertambah Jadi 3 Orang

Willy Haryono • 18 Januari 2022 10:49
Nuku'alofa: Tiga orang dinyatakan tewas akibat erupsi gunung berapi bawah laut yang memicu gelombang tsunami di Tonga, menurut Koordinator Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk wilayah Pasifik, Jonathan Veitch, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Veitch mengatakan dua kematian telah terkonfirmasi, namun masih banyak wilayah Tonga yang belum dapat dihubungi karena terputusnya jaringan komunikasi. Gugus pulau Ha'apai juga termasuk wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur komunikasi dan internet.
 
"Angkatan Laut Tonga sudah pergi ke sana. Semoga mereka segera mengirim kabar," sebut Veitch.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu kematian yang terkonfirmasi di Tonga adalah seorang warga negara Inggris bernama Angela Glover. Pihak keluarga mengatakan, jasad Angela Glover telah ditemukan setelah sebelumnya tersapu gelombang tsunami di Nuku'alofa -- ibu kota Tonga.
 
Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru juga telah mengonfirmasi dua kematian di Tonga, termasuk satu warga Inggris.
 
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Kepolisian Tonga telah menginformasikan Komisaris Tinggi Selandia Baru di sana, bahwa korban tewas yang sudah terkonfirmasi berjumlah dua orang," ucap pihak kementerian, dilansir dari laman nzherald.co.nz.
 
Angela Glover dikabarkan tersapu tsunami saat berusaha menyelamatkan anjing-anjing peliharaannya di Nuku'alofa.
 
Baca:  Perempuan Inggris Jadi Korban Tewas Pertama Tsunami Tonga
 
Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengaku telah mendeteksi sinyal darurat dari Tonga, tepatnya di dua pulau bernama Fonio dan Mango. Menurut data Pemerintah Tonga, 36 orang tinggal di Mango dan 69 di Fonoi.
 
OCHA mengonfirmasi ada beberapa korban luka, namun menekankan bahwa pemeriksaan resmi mengenai skala kerusakan atau jumlah korban belum bisa dilakukan karena terputusnya jaringan telekomunikasi di Tonga.
 
"Aktivitas vulkanik lanjutan belum dapat dikesampingkan," tutur OCHA.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif