Anggota Taliban dan tenaga kesehatan menanti kedatangan korban ledakan di sebuah masjid di Kunduz, Afghanistan, 22 April 2022. (AFP)
Anggota Taliban dan tenaga kesehatan menanti kedatangan korban ledakan di sebuah masjid di Kunduz, Afghanistan, 22 April 2022. (AFP)

33 Orang Tewas dalam Ledakan di Masjid Afghanistan saat Salat Jumat

Internasional Taliban afghanistan isis Bom Masjid Afghanistan
Willy Haryono • 23 April 2022 08:54
Kunduz: Setidaknya 33 orang tewas, termasuk anak-anak, dalam ledakan bom di sebuah masjid di Afghanistan utara saat pelaksanaan ibadah salat Jumat, 22 April 2022. Ledakan terjadi satu hari usai kelompok militan Islamic State (ISIS) mengeklaim dua ledakan terpisah di Afghanistan yang menewaskan total 16 orang.
 
Sejak kelompok Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan tahun lalu, jumlah pengeboman terus menurun. Namun dalam sepekan terakhir, serangkaian pengeboman melanda Afghanistan yang dua di antaranya menghantam sekolah dan masjid.
 
Baca:  Taliban Tangkap Dalang Serangan Masjid di Afghanistan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru bicara pemerintahan Taliban Zabihullah Mujahid menuliskan via Twitter bahwa anak-anak termasuk dalam 33 korban tewas dalam ledakan di sebuah masjid di provinsi Kunduz pada hari Jumat.
 
"Kami mengecam kejahatan ini, dan mengekspresikan duka mendalam kepada keluarga duka," ucapnya, dikutip dari The New Arab. Ia menambahkan, 43 orang juga terluka dalam ledakan tersebut.
 
Seorang pejabat intelijen Afghanistan mengatakan bahwa ledakan di Kunduz diakibatkan sebuah bom. Namun ia tidak menyebutkan tipe bom serta bagaimana metode peledakannya.
 
Koresponden media AFP mengaku melihat lubang besar di beberapa bagian masjid Mawlavi Sikandar. Masjid di distrik Imam Sahib itu dikenal populer di kalangan Sufi Afghanistan. Salah satu sisi masjid hancur sepenuhnya akibat ledakan.
 
Selama ini, grup ekstremis seperti ISIS memiliki kebencian mendalam terhadap para Sufi yang dinilai tidak sejalan dengan syariat. ISIS juga kerap menuduh para Sufi telah menyekutukan Tuhan.
 
"Pemandangan di masjid tersebut sangat mengerikan. Semua yang sedang salat di dalam masjid tewas atau terluka," kata Mohammad Esah, seorang penjaga toko yang membantu mengevakuasi para korban ke rumah sakit.
 
"Saya melihat 20 hingga 30 jasad," ucap seorang warga lainnya.
 
Seorang perawat mengatakan kepada AFP via telepon bahwa dirinya menerima sekitar 30 hingga 40 korban luka. Banyak dari mereka terluka akibat terkena serpihan berbagai objek.
 
Ledakan terbaru di Kunduz merupakan salah satu yang terbesar sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 15 Agustus 2021.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif