Warga India lakukan tes untuk mengetahui infeksi covid-19. Foto: AFP
Warga India lakukan tes untuk mengetahui infeksi covid-19. Foto: AFP

Terjangkau, Harga Tes PCR di India Tak Sampai Rp100 Ribu

Internasional India Virus Korona indonesia-india covid-19 tes virus korona pandemi covid-19
Marcheilla Ariesta • 12 Agustus 2021 16:40
New Delhi: Pemerintah New Delhi, India mengurangi biaya tes PCR di wilayah serikat pekerja. Dari harga 800 rupee (setara Rp155 ribu) menjadi 500 rupee (sekitar Rp97 ribu) di tengah pandemi covid-19 yang merebak ini.
 
Harga tersebut berlaku untuk semua laboratorium swasta. Pemilik laboratorium harus mematuhi kebijakan tersebut.
 
Sedangkan untuk mereka yang ingin mengambil sampel di rumah, tes PCR dikenakan biaya 700 rupee atau sekitar Rp135.500. Harga tersebut turun dari sebelumnya, yakni 1.200 rupee atau setara Rp232 ribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan tes antigen cepat seharga 300 rupee atau sekitar Rp58 ribu. Semua laboratorium dan rumah sakit swasta yang melakukan tes covid-19 oleh pemerintah Delhi harus memberikan tarif baru dalam waktu 24 jam.
 
Menteri Kepala New Delhi, Arvind Kejriwal membagikan pemberitahuan tersebut.
 
"Pemerintah Delhi secara drastis mengurangi (harga) tes korona. Ini akan membantu orang biasa melakukan tes covid-19," katanya di Twitter, dilansir dari India Today, Kamis, 12 Agustus 2021.
 
Pemerintah juga telah menginstruksikan laboratorium swasta untuk memastikan bahwa pemrosesan sampel, pembagian laporan, dan pembaruan di portal ICMR semuanya diselesaikan dalam waktu 24 jam setelah pengumpulan sampel.
 
Harga tes virus korona di India sangat berbeda jauh dengan di Indonesia. Di Indonesia, dari beberapa lembaga kesehatan yang dipantau oleh Medcom.id, untuk tes PCR harganya berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp2,5 juta.
 
Hasil yang keluar pun beragam. Semakin mahal harganya, hasilnya keluar dalam 24 jam, namun ada juga yang harus menunggu hingga beberapa hari.
 
Padahal, Kementerian Kesehatan telah menetapkan tarif batas tertinggi untuk tes PCR mandiri sebesar Rp900 ribu. Sedangkan untuk tes rapid antigen, harganya maksimal mencapai Rp250 ribu untuk Pulau Jawa.
 
Tentu saja harga tersebut tidak dapat dijangkau sebagian warga kelas menengah ke bawah. Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi belum mengomentari perihal perbedaan harga tersebut.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif