Indonesia bersama Korea Selatan meluncurkan prototipe jet tempur KFX/IFX pada Jumat, 9 April 2021. (Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta)
Indonesia bersama Korea Selatan meluncurkan prototipe jet tempur KFX/IFX pada Jumat, 9 April 2021. (Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta)

Indonesia dan Korsel Luncurkan Prototipe Jet Tempur KFX/IFX

Marcheilla Ariesta • 10 April 2021 13:01
Seoul: Korea Selatan dan Indonesia semakin mempererat kerja sama di bidang pertahanan. Pada Jumat, 9 April 2021, Korsel meluncurkan prototipe jet tempur KFX/IFX yang saat ini tengah dikembangkan bersama Indonesia.
 
"Sebagai negara dengan kemampuan pertahanan dan alutsista hebat di tingkat dunia, Korsel akan menjadi mitra kerja sama industri pertahanan yang dapat dipercaya," kata Presiden Korsel, Moon Jae-in, dikutip dari pernyataan Kedutaan Besar Korsel di Jakarta.
 
Moon menuturkan dalam kerja sama industri pertahanan ini, Korsel tidak hanya mengekspor barang jadi. Ia menekankan bahwa kerja sama juga harus dijajaki dalam bidang alih teknologi dan produksi gabungan.

Peluncuran jet tempur KFX/IFX dihadiri Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. Prabowo mengaku kagum dengan kesuksesan Korsel dalam memajukan negara dan memodernisasi industri serta teknologi.
 
"Karena itulah menurut saya, proyek kerja sama dengan Korsel, termasuk proyek KFX/IFX, harus berhasil," tegasnya. Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan komitmen Indonesia untuk mewujudkan kemauan kuat dalam meningkatkan kerja sama pertahanan di masa depan.
 
Baca:  Momen Pertemuan Prabowo dan Menhan Korea Selatan
 
Peluncuran prototipe dilakukan di markas Korea Aerospace Industries (KAI) di selatan kota Sacheon. KAI berencana untuk melakukan pengujian darat jet tempur tersebut tahun ini, dengan penerbangan pertama dijadwalkan berlangsung pada 2022.
 
Moon mengatakan Korsel akan memiliki setidaknya 40 unit jet tempur generasi baru yang siap bertugas pada 2028. Jumlah itu diperkirakan bertambah menjadi 140 unit pada 2032.
 
Militer Korea Selatan menjuluki pesawat itu sebagai KF-21 Boramae.
 
Kerja sama Indonesia-Korsel ini berlangsung sejak 2014, kala kedua negara meneken kesepakatan bersama untuk mengembangkan prototipe pesawat tempur. Proyek ini bernilai USD6,3 miliar, dengan 20 persen biayanya berasal dari Indonesia.
 
Namun pada 2018 lalu, Pemerintah Indonesia berusaha melakukan negosiasi ulang terkait beban anggaran yang harus ditanggung dalam proyek dengan alasan ketersediaan cadangan devisa. Pemerintah juga kemudian berusaha melakukan barter terkait anggaran proyek.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan