Selandia Baru pesimis angka covid-19 bisa ditekan sampai nol. Foto: AFP
Selandia Baru pesimis angka covid-19 bisa ditekan sampai nol. Foto: AFP

Populer Internasional: Selandia Baru Pesimis Nol Kasus Covid-19 Hingga Anggota Taliban Tewas

Internasional Taliban afghanistan selandia baru pandemi covid-19 Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Internasional
Fajar Nugraha • 23 September 2021 13:34
Wellington: Selandia Baru mungkin tidak akan bisa lagi mencatat nol kasus harian covid-19. Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield di tengah upaya pemerintahan negara tersebut dalam membasmi varian Delta covid-19.
 
Kabar itu menjadi berita terpopuler Internasional Medcom. Diikuti beberapa berita lainnya seperti PM Pakistan Imran Khan memperingatkan risiko perang saudara di Afghanistan.
 
Kemudian ditambah dengan kabar mengenai serangan di timur Afghanistan yang menyebabkan dua militan Taliban tewas. Berikut selengkapnya mengenai berita terpopuler Internasional Medcom:


1. Selandia Baru Pesimistis Bisa Kembali Mencapai Nol Kasus Covid-19

Selandia Baru mungkin tidak akan bisa lagi mencatat nol kasus harian Covid-19. Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield di tengah upaya pemerintahan negara tersebut dalam membasmi varian Delta Covid-19.
 
Setelah mencatat sejumlah kecil infeksi harian Covid-19 pada Februari lalu, Selandia Baru mencatat 0 kasus selama beberapa bulan. Namun, kasus kembali melonjak pada Agustus lalu, yang mendorong Perdana Menteri Jacinda Ardern untuk memerintahkan penguncian (lockdown) nasional.
 
Kota terbesar di Selandia Baru, Auckland, masih berada dalam status lockdown dengan tambahan sejumlah kasus Covid-19 pada setiap harinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apa sebab alasan dari sikap pesimistis Selandia Baru itu? Simak di sini.
 

2. PM Pakistan Imran Khan Ingatkan Risiko Perang Saudara di Afghanistan

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memperingatkan risiko perang saudara di Afghanistan. Menurut PM Khan, hal itu bisa terjadi jika Taliban tidak dapat menjalankan pemerintahan inklusif.
 
"Jika mereka (Taliban) tidak memiliki pemerintahan yang inklusif, maka perang saudara dapat terjadi. Konflik dapat terjadi jika mereka tidak memasukkan semua faksi. Itu juga akan berdampak ke Pakistan," kata PM Khan kepada media BBC, Rabu, 22 September 2021.
 
Ia menambahkan, Pakistan juga khawatir mengenai kemungkinan terjadinya krisis kemanusiaan di Afghanistan. Jika itu terjadi, maka pengungsi Afghanistan tentu akan mencari perlindungan ke negara-negara tetangga, termasuk Pakistan.
 
Mengapai PM Pakistan bisa mengambil kesimpulan itu? Selanjutnya di sini.

3. Serangan di Timur Afghanistan, 2 Militan Taliban Tewas

Sebanyak dua anggota Taliban dan seorang warga sipil tewas oleh orang-orang bersenjata yang menyerang sebuah pos pemeriksaan di Afghanistan. Tidak diketahui siapa pelaku penyerangan.
 
Serangan di kota Jalalabad adalah yang terbaru terhadap sasaran Taliban di Provinsi Nangarhar. Selama bertahun-tahun provinsi itu merupakan basis operasi utama kelompok ISIS di Afghanistan.
 
“Pelaku bersenjata tak dikenal yang berada di sebuah becak menyerang sebuah pos pemeriksaan di Distrik Ghawchak di Jalalabad. Serangan itu menewaskan dua penjaga Taliban dan seorang warga sipil,” ujar pihak keamanan setempat, seperti dikutip AFP, Rabu 22 September 2029.
 
Seorang pejabat Taliban mengkonfirmasi serangan itu, tetapi mengatakan yang tewas semuanya adalah warga sipil.
 
Apakah benar korban tewas anggota Taliban? Simak di tautan ini.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif