Jembatan gantung di india roboh akibat kelebihan muatan orang./AFP
Jembatan gantung di india roboh akibat kelebihan muatan orang./AFP

Naik Drastis, Korban Tewas Jembatan Ambruk di India Jadi 132 Orang

Marcheilla Ariesta • 31 Oktober 2022 12:23
Gujarat: Sebanyak 132 orang tewas saat jembatan gantung roboh di negara bagian Gujarat, India barat. Jembatan roboh karena dipenuhi orang yang merayakan Festival Diwali.
 
Seorang pejabat setempat mengatakan, sebagian besar dari mereka yang tewas adalah perempuan, anak-anak dan orang tua. Jembatan ini dibuka kembali baru sepekan lalu setelah perbaikan.
 
Jembatan setinggi 230 meter di atas Sungai Machchu, dibangun selama pemerintahan Inggris di abad ke-19. Korban tewas diperkirakan akan meningkat lebih lanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi, militer dan tim tanggap bencana dikerahkan. Upaya penyelamatan pun berlanjut sepanjang malam. Lebih dari 177 orang diselamatkan sejauh ini.
 
"Banyak anak-anak menikmati liburan Diwali dan mereka datang ke sini sebagai turis," kata seorang saksi mata bernama Sukram, dilansir dari BBC, Senin, 31 Oktober 2022.
 
"Semuanya jatuh satu di atas yang lain. Jembatan itu runtuh karena kelebihan beban," sambungnya.
 
Sementara itu, dari video di media sosial menunjukkan puluhan orang berpegangan di reruntuhan jembatan, ketika tim darurat berusaha menyelamatkan mereka. Beberapa korban selamat memanjat jaring jembatan yang rusak, sedangkan yang lainnya berenang ke tepian sungai.
 
Baca juga: Jembatan Dipenuhi Turis Roboh di India, 81 Orang Tewas
 
Laporan mengatakan beberapa ratus orang berada di jembatan ketika runtuh pada Minggu, 30 Oktober, sekitar pukul 18:40 waktu India.
 
Sebuah rekaman video sebelum keruntuhan menunjukkan itu penuh sesak dengan orang-orang dan bergoyang dan banyak yang mencengkeram jaring di sisinya.
 
Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan akan memberikan kompensasi bagi keluarga korban. Ia merasa sangat sedih tragedi itu terjadi, terlebih di kampung halamannya.
 
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Harsh Sanghavi mengatakan bahwa kasus pidana di bawah berbagai bagian hukum telah didaftarkan sehubungan dengan insiden tersebut.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif