Mantan PM Malaysia Najib Razak bersalah atas tuduhan korupsi 1MDB, semantara Jho Low buron. Foto: AFP
Mantan PM Malaysia Najib Razak bersalah atas tuduhan korupsi 1MDB, semantara Jho Low buron. Foto: AFP

Tiongkok Bantah Sembunyikan Buronan Kasus Korupsi 1MDB

Internasional najib razak 1mdb
Fajar Nugraha • 30 Juli 2020 11:50
Kuala Lumpur: Tiongkok membantah melindungi buronan pemodal, Low Taek Jho. Pria yang dikenal Jho Low ini sedang dicari oleh penyelidik global atas perannya dalam skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).
 
Baca: Mantan PM Malaysia Diputus Bersalah Lakukan Korupsi 1MDB.
 
Low, dikenal sebagai Jho Low, telah dituntut di Malaysia dan Amerika Serikat atas tuduhan bahwa ia mengatur pencurian dana 42 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp143,8 miliar yang disalahgunakan dari SRC International Sdn Bhd, yang merupakan anak perusahaan 1MDB. Low secara konsisten menyangkal tuduhan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Polisi Nasional Malaysia Abdul Hamid Bador kepada surat kabar Utusan Malaysia mengatakan bahwa Low bersembunyi di Makau dan bahwa upaya untuk mengekstradisi dia telah gagal karena pihak berwenang Tiongkok 'tampak tidak tulus' dalam upaya mereka untuk bekerja sama.
 
Pihak berwenang Tiongkok membantah tuduhan itu sebagai ‘tidak berdasar dan tidak dapat diterima’. Tiongkok mengatakan bahwa polisi telah menyelidiki semua kemungkinan petunjuk tetapi tidak dapat melacak Low.
 
"Posisi pemerintah Tiongkok dalam memerangi kejahatan konsisten dan jelas," ujar Kedutaan Besar Tiongkok di Kuala Lumpur mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis 30 Juli 2020.
 
“Tiongkok tidak dan tidak akan pernah melindungi para penjahat asing,” tegas pernyataan itu.
 
Kedutaan menambahkan bahwa Tiongkok akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada Malaysia dalam penyelidikannya.
 
Seorang juru bicara untuk Low tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email. Dia sebelumnya mengatakan Low telah ditawari suaka di negara yang tidak dikenal.
 
Setidaknya enam negara telah membuka investigasi pencucian uang dan korupsi ke dalam 1MDB, yang didirikan bersama oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak pada tahun 2009.
 
Pada Selasa Najib dijatuhi hukuman penjara 12 tahun dan denda hampir USD50 juta karena menerima secara ilegal 27 juta Ringgit Malaysia atau Rp93 miliar dari SRC International Sdn Bhd, yang merupakan anak perusahaan 1MDB. Sementara total korupsi 1MDB dilaporkan mencapai 42 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp143,8 miliar.
 

(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif