Sekelompok personel paramiliter India bersiaga di Kashmir. (Foto: AFP)
Sekelompok personel paramiliter India bersiaga di Kashmir. (Foto: AFP)

Pasukan India Bunuh Pemimpin Grup Militan Kashmir

Willy Haryono • 06 Mei 2020 19:00
Kashmir: Pasukan keamanan India mengklaim telah berhasil membunuh seorang pemimpin grup militan ternama di wilayah sengketa Kashmir. Militan tersebut adalah Riyaz Naikoo, pemimpin grup terlarang di India, Hizbul Mujahideen.
 
Naikoo menggantikan Burhan Wani yang juga tewas dibunuh pasukan India pada 2016. Kematian Wani memicu protes masif di Kashmir, wilayah sengketa yang sama-sama diklaim India dan juga Pakistan.
 
Kashmir sudah dilanda pemberontakan bersenjata terhadap India sejak 1989. Kematian Wani semakin memperburuk kondisi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari BBC, Rabu 6 Mei 2020, Naikoo ditembak mati di rumahnya di desa Beigh Pora, distrik Pulwama. Operasi perburuan Naikoo dilakukan usai sekelompok militan membunuh delapan personel keamanan India dalam dua serangan terpisah di Kashmir.
 
Warga lokal mengatakan, Naikoo terperangkap  dalam operasi gabungan militer, paramiliter, dan juga kepolisian India. Naikoo telah menjadi militan paling diburu India sejak delapan tahun terakhir.
 
"Sedikitnya 76 militan, termasuk Naikoo, tewas dibunuh sejak Januari tahun ini. Tapi kami juga kehilangan 20 prajurit, termasuk beberapa perwira senior militer dan kepolisian," ujar seorang pejabat keamanan India di Kashmir kepada BBC Urdu.
 
Di bawah kebijakan baru India, militan yang tewas dibunuh tidak akan diidentifikasi dan jasadnya juga tidak akan diserahkan kepada pihak keluarga.
 
Otoritas India menuding Naikoo sebagai otak di balik sejumlah serangan terhadap pasukan keamanan di Kashmir. Kashmir telah menjadi wilayah sengketa selama lebih dari 60 tahun, yang juga memicu dua perang antara India dan Pakistan.
 
Agustus tahun lalu, Pemerintah India mencopot status semi-otonom Kashmir dan membaginya menjadi dua wilayah yang dijalankan pemerintahan federal. Keputusan Perdana Menteri Narendra Modi itu mendapat banyak penentangan dari masyarakat lokal dan semakin memperburuk ketegangan di Kashmir.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif