Sebuah bus yang hangus terbakar akibat kerusuhan pada 9 Mei 2022 di Sri Lanka. Foto: AFP
Sebuah bus yang hangus terbakar akibat kerusuhan pada 9 Mei 2022 di Sri Lanka. Foto: AFP

7 Tewas Akibat Bentrokan, Jalanan Sri Lanka Kini Mulai Tenang

Internasional Kerusuhan sri lanka Krisis Keuangan Sri Lanka
Marcheilla Ariesta • 10 Mei 2022 15:55
Kolombo: Jalan-jalan di ibu kota Sri Lanka, Kolombo kini menjadi tenang setelah sebelumnya terjadi bentrokan yang menewaskan tujuh orang. Kekerasan ini mendorong Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri.
 
Selain korban tewas, lebih dari 200 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Bentrokan yang terjadi pada Senin malam terjadi di tengah perjuangan negara melawan krisis ekonomi terburuk dalam sejarah.
 
"Situasi lebih tenang sekarang, meskipun masih ada laporan kerusuhan sporadis," kata juru bicara polisi Nihal Thalduwa, dilansir dari AFP, Selasa, 10 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kerusuhan Usai PM Sri Lanka Mundur Menewaskan 5 Orang.
 
Akibat kekerasan tersebut, jam malam diberlakukan di seantero negeri hingga Rabu besok pukul 07.00 waktu setempat.
 
Belum ada penangkapan yang dilakukan terkait dengan insiden kekerasan tersebut. Namun, Nihal menyebutkan, tiga dari kematian dalam kekerasan akibat luka tembak.
 
Serangan-serangan terhadap tokoh-tokoh pemerintah itu tampaknya merupakan pembalasan atas sebuah insiden hanya beberapa jam sebelum pengunduran diri Rajapaksa.
 
Senin kemarin, Rajapaksa berbicara kepada ratusan pendukung yang berkumpul di kediaman resminya menyusul laporan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk mundur.
 
Setelah sambutannya, banyak dari mereka, bersenjatakan jeruji besi, menyerbu sebuah kamp orang-orang yang memprotes pemerintah, memukuli mereka dan membakar tenda mereka.
 
Polisi menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan para penyerang, setelah pada awalnya tidak berbuat banyak untuk menahan para pendukung pemerintah.
 
Ribuan orang turun ke jalan dalam perayaan setelah pengunduran diri Rajapaksa, tetapi suasana dengan cepat menjadi tegang.
 
Para pengunjuk rasa berusaha merobohkan gerbang Kuil Pohon, kediamannya di pusat Kolombo, di mana pecahan kaca dan alas kaki yang dibuang berserakan di jalan-jalan sekitarnya.
 
Hingga kini, pasukan militer masih berpatroli di area kekerasan terjadi. Krisis ekonomi menghantam Sri Lanka. Pandemi yang menghalangi pendapatan utama dari pariwisata itu memperburuk keadaan.
 
Kekurangan bahan bakar, makanan dan obat-obatan telah membawa ribuan orang turun ke jalan dalam lebih dari sebulan protes yang sebagian besar berlangsung damai sampai minggu ini.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif