Kondisi Beijing, Tiongkok lengang karena kasus covid-19 muncul kembali. Foto: AFP
Kondisi Beijing, Tiongkok lengang karena kasus covid-19 muncul kembali. Foto: AFP

Jutaan Warga Beijing WFH di Tengah Merebaknya Covid-19

Internasional Tiongkok covid-19 work from home Kasus Covid-19 Tiongkok
Medcom • 07 Mei 2022 09:32
Beijing: Jalan-jalan kawasan bisnis Beijing, Tiongkok lengang pada Kamis, 5 Mei 2022 lantaran pemerintah mendesak rakyatnya kembali work from home (WFH). Sejumlah stasiun kereta bawah tanah pun ditutup setelah libur nasional, Hari Buruh, terkena dampak pembatasan covid-19. 
 
Tiongkok terus menekankan kebijakan nol covid yang melibatkan lockdown dan tes massal di tengah wabah terbesar sejak awal pandemi. Seluruh ibu kota ditutup karena adanya kasus dalam jumlah relatif kecil.
 
Beijing melaporkan 50 kasus covid-19 pada Kamis, 5 Mei 2022, sehari setelah pemerintah meminta masyarakat distrik terpadat, Chaoyang, untuk bekerja dari rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apabila seseorang di antara 3,5 juta penduduk kawasan tersebut perlu ke kantor, mereka diarahkan untuk menyetir sendiri dan menghindari kerumunan.
 
Setidaknya satu distrik lainnya di Beijing juga mendorong agar masyarakat menerapkan WFH, dengan puluhan stasiun kereta bawah tanah tutup. Sementara itu, restoran-restoran yang buka hanya melayani pesan antar makanan.
 
Namun, Feng Yinhao, seorang pegawai panti pijat di Chaoying, mengatakan Beijing “masih normal” dibandingkan kota terbesar seantero negara, Shanghai.
 
Pihak berwenang bertindak dengan hati-hati mengingat lockdown berkepanjangan di pusat keuangan itu mengakibatkan kurangnya makanan dan amarah publik.
 
"Para penduduk bisa menerima situasi sekarang," kata Zhan Jun, seorang pria yang tinggal di Chaoyang, kepada AFP.
 
Tapi "jika keadaannya seperti di Shanghai jika terlalu parah, semuanya akan berbeda," ujar Zhan.
 
Merupakan pusat dari wabah terbaru, Shanghai mencatat lebih dari 4.600 kasus dan 13 kematian pada Kamis, 5 Mei 2022. Sebagian besar merupakan infeksi tanpa gejala.
 
Perintah WFH keluar setelah Hari Buruh yang begitu sepi. Pemerintah ibu kota Tiongkok kini meningkatkan persyaratan tes covid-19 untuk memasuki tempat umum, melarang bepergian dan menutup gym.
 
Data resmi menunjukkan pendapatan pariwisata dalam negeri selama lima hari libur nasional menurun 40 persen dari tahun lalu.
 
Puluhan kota Tiongkok menerapkan lockdown penuh atau sebagian, atau memberlakukan kebijakan membatasi mobilitas per Selasa, 3 Mei 2022.
 
Dampak ekonomi dari peraturan ketat mulai memburuk, dengan data independen pada hari Kamis menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa Tiongkok merosot pada April hingga tingkat kedua terendah.
 
Sementara itu, kejadian pasien covid-19 Beijing yang menularkan puluhan orang lain di toilet umum menjadi candaan di media sosial. Warganet di Weibo ramai membagikan foto toilet umum yang sekarang memerlukan bukti tes covid-19 untuk masuk baru-baru ini.
 
“Jangan ke toilet jika tidak butuh, ajukan izin toilet satu hari dengan panitia lingkungan Anda dengan tes PCR 24 jam terakhir Anda," canda seorang pengguna di media sosial mirip Twitter itu.
 
Di sisi lain, beberapa pembatasan dilonggarkan. Beijing pada Rabu, 4 Mei 2022 mengumumkan pelaku perjalanan luar negeri akan dibebaskan dari karantina setelah 10 hari di fasilitas terpusat dan seminggu isolasi mandiri, yang turun dari total 21 hari sebelumnya.
 
Juru bicara pemerintah Xu Hejian mengatakan kepada wartawan bahwa langkah itu diambil karena masa inkubasi varian Omicron lebih pendek dan biasanya gejala yang lebih ringan.
 
Karantina terpusat setelah kontak dekat dengan orang yang terinfeksi covid-19 juga akan diperpendek. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif