Hamid Karzai menjadi presiden Afghanistan di periode 2004 hinga 2014. (AFP)
Hamid Karzai menjadi presiden Afghanistan di periode 2004 hinga 2014. (AFP)

Mantan Presiden Afghanistan Kecam Pencairan Aset Beku Kabul untuk Korban 9/11

Medcom • 14 Februari 2022 12:53
Kabul: Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai meminta Amerika Serikat (AS) membatalkan keputusan Presiden Joe Biden yang mencairkan aset beku Afghanistan sebesar USD$3,5 miliar untuk keluarga korban serangan teror 9/11.
 
Menurutnya, keputusan itu tidak adil karena rakyat Afghanistan juga merupakan korban terorisme Al-Qaeda, kelompok militan pimpinan Osama Bin Laden. 
 
"Rakyat Afghanistan turut merasakan rasa sakit rakyat Amerika, merasakan rasa sakit keluarga, dan orang-orang terkasih dari mereka yang meninggal dunia, yang kehilangan nyawa dalam tragedi 11 September (2001)," kata Karzai, dilansir dari TRT World, Senin, 14 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menaruh simpati terhadap mereka, (tapi) rakyat Afghanistan juga menjadi korban. Menahan atau menyita uang milik masyarakat Afghanistan atas nama mereka (keluarga korban 9/11) tidak adil, dan justru merupakan tindakan kejam," sambungnya.
 
Jumat lalu, Biden menandatangani perintah eksekutif untuk mencairkan aset beku Afghanistan dengan nilai total mencapai USD7 miliar. Separuh aset akan diberikan kepada rakyat Afghanistan, sementara separuh lainnya untuk keluarga korban 9/11.
 
Baca:  Taliban Kesal Biden Hanya Cairkan Separuh Aset Beku Afghanistan
 
Banyak warga AS yang menjadi korban serangan teroris 9/11 berusaha mengejar aset Bank Sentral Afghanistan (DAB) melalui pengadilan federal. Mereka merasa Afghanistan perlu memberikan mereka kompensasi atas serangan terorisme di menara kembar WTC pada 2001.
 
Namun menurut Karzai, uang USD7 miliar adalah murni milik rakyat Afghanistan. "Uang ini bukan milik pemerintah mana pun. Uang ini milik rakyat Afghanistan," tambahnya.
 
Karzai menuntut $7 miliar dikembalikan kepada DAB. Ia tidak setuju jika aset beku itu diberikan kepada organisasi internasional yang nantinya akan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Afghanistan.
 
"Berikan uang kami kepada kami, supaya dapat kami gunakan untuk orang asing yang datang ke sini, untuk membayar gaji mereka, dan juga untuk diberikan kepada lembaga swadaya masyarakat (NGO)," ujar Karzai.
 
Afghanistan mengalami kesulitan ekonomi setelah terhentinya dana internasional lantaran terjadi perebutan kekuasaan oleh kelompok Taliban pada Agustus 2021.
 
Bulan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengajukan penggalangan dana sebesar $5 miliar untuk Afghanistan. Uang itu akan digunakan PBB untuk membantu masyarakat Afghanistan, termasuk 1 juta anak yang berada dalam bahaya kelaparan.
 
Karzai merupakan presiden pertama di Afghanistan setelah pasukan AS berhasil menggulingkan Taliban di tahun 2001. Ia menjabat posisi presiden selama 10 tahun di periode 2004 hingga 2014. (Kaylina Ivani)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif