Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying. Foto: VCG
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying. Foto: VCG

Jawaban Menohok Tiongkok Usai Disebut ‘Lebay’ oleh Amerika Serikat

Fajar Nugraha • 10 Agustus 2022 16:59
Beijing: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying layangkan tanggapan menohok terhadap Amerika Serikat (AS), ketika mereka dianggap bereaksi berlebih terkait kunjungan Ketua DPR AS Taiwan.
 
Melalui Tweet, Hua menunjukkan bahwa "rakyat Tiongkok tidak akan pernah melupakan rasa malu nasional mereka dan tidak akan pernah membiarkan para bandit itu menggertak dan menjarah Tiongkok lagi."
 
Menyusul latihan militer terbesar Tiongkok di Selat Taiwan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dengan blak-blakan menyebut tanggapan Tiongkok terhadap perjalanan Ketua DPR  Nancy Pelosi ke Taiwan sebagai "reaksi berlebihan”.
 
Baca: Pelosi Sebut Presiden Tiongkok Bertindak Seperti Pelaku Bully yang Ketakutan.

"Faktanya adalah kunjungan Ketua DPR itu damai. Tidak ada pembenaran atas tanggapan militer yang ekstrem, tidak proporsional dan meningkat ini," kata Blinken seperti dikutip dalam konferensi pers di Kamboja di mana dia menghadiri KTT ASEAN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Duta Besar AS untuk Tiongkok Nicholas Burns mengatakan pada Minggu 7 Agustus 2022 bahwa tindakan Negeri Tirai Bam u di dalam dan sekitar Selat Taiwan "mengancam status quo selama beberapa dekade. Burns menambahkan bahwa "dunia harus meminta pertanggungjawaban Beijing untuk menjaga perdamaian."
 
Membantah klaim ini, Hua mengatakan kepada duta besar dan Kementerian Luar Negeri AS, "Anda salah." Dia menunjukkan fakta bahwa AS tidak mewakili seluruh dunia, apalagi banyak negara berkembang.
 
"AS seharusnya tidak berpura-pura terkejut dengan tanggapan Tiongkok, karena kami telah mencoba segala cara untuk memperingatkan konsekuensi dari kunjungan Pelosi ke Taiwan, termasuk di tingkat tertinggi," lanjut Hua, seperti dikutip Global Times, Rabu 10 Agustus 2022.
 
Mengomentari Pelosi yang menyebut kunjungannya ke Taiwan "yang tidak resmi," Hua mengatakan itu telah menunjukkan komitmen Pemerintah AS untuk hanya memiliki hubungan tidak resmi dengan Taiwan sebagai kebohongan.
 
"Bisakah kunjungan tokoh nomor tiga di pemerintah AS dengan pesawat militer yang dikawal oleh kapal angkatan laut digambarkan sebagai 'tidak resmi’?” tanya Hua.
 
“Ini adalah bukti bahwa pemerintah AS telah terlibat selama ini dan karena itu harus menerima semua tanggung jawab dan konsekuensinya,” katanya.
 
Diplomat senior Tiongkok itu menegaskan kembali bahwa satu-satunya jalan ke depan untuk hubungan Tiongkok-AS adalah kembali ke prinsip satu-China dan tiga komunike bersama Tiongko-AS alih-alih memotong kebijakan satu-China atau mengubahnya secara diam-diam.
 
Kemudian, Hua memposting ulang tweet ChaoyangShaoxia, seorang pengamat urusan internasional, yang mengatakan bahwa G7 bertindak seperti pencuri yang berteriak "berhenti pencuri”. Sementara Negeri Tirai Bambu mendapat dukungan dari lebih dari 160 negara untuk tujuan yang benar.
 
Tiongkok pada Jumat mengumumkan delapan tindakan balasan sebagai tanggapan atas kunjungan Pelosi yang sangat provokatif ke pulau Taiwan, termasuk membatalkan pembicaraan komandan teater Tiongkok-AS, pembicaraan koordinasi kebijakan pertahanan dan mekanisme konsultasi keamanan maritim militer, dan menangguhkan kerja sama dalam repatriasi imigrasi ilegal, pengendalian narkoba dan perubahan iklim.
 
Pada Jumat, ia juga mengumumkan sanksi terhadap Pelosi dan anggota keluarga dekatnya saat dia bersikeras mengunjungi Taiwan dengan mengabaikan kekhawatiran serius Tiongkok dan oposisi yang tegas, menjadikannya politisi AS berpangkat tertinggi yang akan dikenai sanksi oleh negara itu.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif