Warga Tiongkok mulai penuhi stasiun jelang perayaan Tahun Baru Imlek. Foto: AFP
Warga Tiongkok mulai penuhi stasiun jelang perayaan Tahun Baru Imlek. Foto: AFP

Jelang Imlek, Warga Tiongkok Mulai Penuhi Stasiun dan Bandara

Marcheilla Ariesta • 16 Januari 2023 16:16
Beijing: Penumpang yang membawa barang bawaan berbondong-bondong ke stasiun kereta api dan bandara di kota-kota besar Tiongkok pada Senin, 16 Januari 2022. Mereka tak sabar untuk dapat segera mudik menghabiskan waktu bersama keluarga di kampung.
 
Banyaknya warga yang mudik menjadi sumber kekhawatiran para ahli kesehatan. Pasalnya, mudik dapat meningkatkan wabah covid-19 yang telah merenggut ribuan nyawa.
 
Setelah tiga tahun kontrol anti-virus yang ketat dan mencekik, Tiongkok pada awal Desember tiba-tiba meninggalkan kebijakan "nol-Covid", membiarkan virus menyebar dengan bebas melalui 1,4 miliar populasinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak berwenang pada Sabtu kemarin mengatakan, sekitar 60.000 orang dengan covid-19 meninggal di rumah sakit antara 8 Desember hingga 12 Januari. Tercatat peningkatan besar dari angka sebelumnya yang telah dikritik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena tidak mencerminkan skala dan tingkat keparahan wabah.
 
Bahkan, angka tersebut kemungkinan besar mengecualikan banyak orang yang meninggal di rumah, terutama di daerah pedesaan dengan sistem medis yang lebih lemah. Beberapa ahli memperkirakan lebih dari satu juta orang di Tiongkok akan meninggal akibat penyakit tersebut tahun ini.
 
Menjelang liburan Tahun Baru Imlek, juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, yang secara resmi dimulai pada 21 Januari, media pemerintah dipenuhi dengan cerita tentang rumah sakit dan klinik pedesaan yang mendukung pasokan obat dan peralatan mereka.
 
"Puncak infeksi covid-19 di desa kami telah berlalu, tetapi Festival Musim Semi sudah dekat dan masih ada warga desa yang tertinggal, terutama orang tua, yang berisiko terkena infeksi sekunder," kata seorang dokter di provinsi Shaanxi dalam sebuah artikel oleh kantor berita regional Red Star News.
 
"Kalau anti virus dan obat lain lebih banyak, saya akan lebih percaya diri," tambah dokter tersebut, dikutip oleh Channel News Asia, Senin, 16 Januari 2023.
 
Selain obat demam dan persediaan oksigen, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan, akan melengkapi setiap klinik desa dengan oksimeter denyut, alat ujung jari yang biasa digunakan selama pandemi untuk memeriksa kadar oksigen dengan cepat.
 
Kementerian transportasi Tiongkok menuturkan, pihaknya mengharapkan lebih dari 2 miliar perjalanan dalam minggu-minggu sekitar liburan.
 
Kebangkitan kembali perjalanan di Tiongkok telah mengangkat ekspektasi pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia, yang mengalami tingkat pertumbuhan terendah dalam hampir setengah abad. Harapan tersebut membantu mengangkat pasar ekuitas Asia pada hari ini, menambah kenaikan sebesar 4,2 persen minggu lalu.
 
Indeks blue-chip Tiongkok naik 0,6 persen pada Senin, sementara harga minyak global juga didukung ekspektasi pemulihan permintaan dari importir utama dunia Negeri Tirai Bambu.
 
Data Tiongkok tentang pertumbuhan ekonomi, penjualan ritel, dan hasil industri yang akan dirilis minggu ini pasti akan suram. Namun, pasar kemungkinan akan melihat ke belakang bagaimana pembukaan kembali Beijing dapat meningkatkan pertumbuhan global.
 

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif