Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat. Foto: Medcom.id/Fajar Nugraha
Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat. Foto: Medcom.id/Fajar Nugraha

Jokowi Tak Hadiri Sidang Majelis Umum PBB Secara Langsung Tahun Ini

Fajar Nugraha • 12 September 2022 15:18
Jakarta: Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan kembali bergulir pada September ini. Presiden Joko Widodo dipastikan tidak akan hadir secara langsung dalam gelaran di markas PBB di New York, Amerika Serikat itu.
 
Pembukaan Sidang Majelis Umum ke-77 PBB akan berlangsung pada 13 September 2022 dan pertemuan tingkat tinggi akan dimulai pada 20 hingga 26 September.
 
Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat mengatakan, pada sidang tahun ini akan dipimpin oleh Csaba Korosi dari Hungaria. Adapun tema yang diketengahkan adalah “A watershed moment: transformative solutions to interlocking challenges” Sesuai dengan realita global saat ini, dan perlunya pemikiran baru dalam mengatasi tantangan dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Delegasi Indonesia akan dipimpin Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) dan akan ada banyak sekali kegiatan yang dilakukan, baik dalam konteks mewakili Presiden maupun dalam berbagai pertemuan lainnya,” ujar Tri saat bertemu dengan wartawan di Jakarta, Senin 12 September 2022.
 
“Secara umum masih sangat hangat dan masih terus menjadi isu adalah persaingan negara besar, konflik senjata, Rusia-Ukraina masih jadi perdebatan di forum-forum global. Kemudian pandemi covid-19 yang belum berakhir tapi sudah muncul (penyakit) baru monkeypox (cacar monyet),” ucap Tri.
 
Mengenai kehadiran Presiden Jokowi, pihak Kemenlu sudah menanyakan lebih lanjut apakah Presiden bisa memberikan pesannya melalui video message. “Tetapi sudah menjadi keputusan dari Sekretariat PBB bahwa pada tahun ini Sidang Majelis Umum PBB -,setelah dua tahun terakhir dilakukan secara daring,- dilakukan secara in person 100 persen,” imbuhnya.
 
“Dengan demikian dengan urutan tata bicara, Menteri Luar Negeri akan berbicara atas nama Republik Indonesia,” sebut Dirjen Tri Tharyat.
 
Dirjen Tri juga menyoroti saat ini banyak sekali pihak-pihak yang melakukan pendekatan unilateral dalam penyelesaian masalah-masalah internasional. Situasi di kawasan Asia-Pasifik yang juga masih hangat, terutama mengenai ekskalasi di wilayah Taiwan dan Laut China Selatan. Kemudian isu hangat lainnya adalah isu nuklir yang masih belum berakhir di Semenanjung Korea.
 
Ekonomi juga menjadi isu utama dalam Sidang PBB saat ini. Terutama di kondisi pandemi yang belum berakhir telah memicu terjadinya triple crisis: pangan, energi dan keuangan di banyak negara.
 
Sejak awal menjabat Presiden, Jokowi tidak pernah sekalipun hadir pada Sidang Majelis Umum PBB. Tahun lalu, Presiden hadir secara daring.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif