Jurnalis Jepang Toru Kubota tiba di negaranya usai dibebaskan junta Myanmar. Foto: AFP
Jurnalis Jepang Toru Kubota tiba di negaranya usai dibebaskan junta Myanmar. Foto: AFP

Dibebaskan, Tahanan Asing Junta Myanmar Akhirnya Tiba di Negara Mereka

Marcheilla Ariesta • 18 November 2022 13:45
Canberra: Ekonom Australia Sean Turnell dan jurnalis Jepang Toru Kubota akhirnya tiba di negaranya setelah diberikan amnesti oleh junta Myanmar untuk ribuan tahanan. Mereka tiba di negara masing-masing hari ini, Jumat, 18 November 2022.
 
Mereka termasuk dalam empat warga negara asing yang ditangkap sejak kudeta militer yang telah mendorong negara Asia Tenggara itu ke dalam kekacauan.
 
Turnell, mantan penasihat ekonomi pemimpin sipil terguling Aung San Suu Kyi, mendarat di Melbourne Jumat pagi. Istrinya, Ha Vu, merilis sebuah pernyataan yang mengatakan dia sangat senang bahwa suaminya telah kembali ke rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kewalahan dengan sukacita setelah melihat suami saya akhirnya kembali ke rumah," kata Ha Vu, dikutip dari ABC News.
 
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengunggah foto Turnell yang tampak kurus, yang telah ditahan selama 650 hari, bersama dengan kepala misi diplomatik negara itu di Myanmar. Turnell telah menjalani hukuman tiga tahun di bawah Undang-Undang Kerahasiaan Pemerintah Myanmar.
 
Pada Kamis kemarin, MRTV yang dikelola negara Myanmar menunjukkan rekaman warga negara asing yang dibebaskan menandatangani dokumen keluar dengan para pejabat. Sebuah pengumuman yang diunggah di media pemerintah mengatakan, keempat orang itu dibebaskan 'atas dasar kemanusiaan serta atas dasar hubungan diplomatik antara Myanmar dan negara masing-masing'.
 
Pemerintah Inggris juga mengonfirmasi pembebasan Vicky Bowman, mantan Duta Besar Inggris untuk Myanmar, yang telah dijatuhi hukuman satu tahun karena dugaan pelanggaran imigrasi. Suaminya yang merupakan artis Myanmar, Htein Lin, juga diampuni dari hukuman penjara itu.
 
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, berbicara pada konferensi pers pada Kamis di Bangkok di sela-sela KTT APEC, juga menyambut baik pembebasan warga negara AS-Myanmar Kyaw Htay Oo. Ia mengatakan, Kyaw Htay Oo telah "ditahan secara tidak adil" dan dipenjarakan di Myanmar selama lebih  dari 14 bulan.
 
Wartawan Jepang Kubota, yang ditangkap pada Juli lalu saat merekam protes di Yangon dan menjalani hukuman penjara 10 tahun, juga dibebaskan. Dia tiba kembali di Tokyo Jumat pagi waktu setempat.
 
Juru Bicara Junta Zaw Min Tun mengatakan, 5.774 tahanan dibebaskan, termasuk 712 tahanan politik. Amnesti ini dilakukan untuk memperingati Hari Kemenangan Nasional Myanmar, yang memperingati dimulainya kerusuhan melawan pemerintahan kolonial Inggris pada 1920.
 
Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah melaporkan, 985 tahanan termasuk empat orang asing, dibebaskan dari Penjara Insein Yangon, dan 485 dibebaskan dari Penjara Pusat Mandalay.
 
Surat kabar itu memuat “perintah pengampunan” untuk tiga tokoh oposisi terkemuka, mantan Menteri Kantor Penasihat Negara Kyaw Tint Swe, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Than Htay dan mantan anggota parlemen dan Ketua Menteri Wilayah Tanintharyi Lei Lei Maw. Ada juga pemberitahuan penarikan kasus pidana terhadap 11 seniman dan tokoh budaya terkemuka.
 
Analis mengatakan, amnesti datang saat junta berusaha menenangkan komunitas internasional, khususnya blok Asia Tenggara, dan memenangkan dukungan untuk rencana pemilihan tahun depan.
 
Junta, yang merebut kekuasaan dari pemerintahan sipil terpilih pada Februari 2021 setelah partai yang didukung militer bernasib buruk dalam pemilihan nasional, telah menganiaya lawan-lawan politiknya. Suu Kyi menjalani hukuman 26 tahun penjara atas apa yang secara luas dipandang sebagai tuduhan bermotif politik. 
 
Pengambilalihan militer telah memicu pemberontakan multi-front. Organisasi lokal mengatakan 1,7 juta orang telah mengungsi akibat konflik dan lebih dari 2.300 warga sipil tewas.
 
Pembebasan tahanan terjadi tepat saat Indonesia mengambil alih kursi bergilir keketuaan ASEAN. Indonesia diantisipasi untuk mengambil garis yang lebih keras terhadap junta daripada Ketua ASEAN 2022, Kamboja, yang mengirim utusan khusus ke Myanmar dua kali tahun ini tanpa kemajuan dalam menerapkan Konsensus Lima Poin, yang bertujuan untuk memulihkan perdamaian dan demokrasi di negara itu.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif