Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Teuku Faizasyah membuka Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2021. Foto: Dok.Kemenlu
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Teuku Faizasyah membuka Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2021. Foto: Dok.Kemenlu

46 Pemuda Asing Belajar Seni dan Budaya Indonesia Secara Virtual

Internasional kemenlu Beasiswa Seni dan Budaya Diplomasi Indonesia
Fajar Nugraha • 24 September 2021 20:03
Yogyakarta: Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2021 kembali digelar oleh Kementerian Luar Negeri. Beasiswa untuk para pemuda dari berbagai negara ini akan diadakan secara virtual.
 
Keberadaan program ini sangatlah penting bagi Indonesai menjalankan diplomasi luar negerinya, terutama diplomasi kebudayaan. Sebelum pandemi, program ini telah memberikan kesempatan kepada 920 peserta pemuda dari 77 negara untuk belajar langsung seni dan budaya Indonesia.
 
Para pemuda itu pun berkesempatan untuk merasakan kearifan lokal, dan merasakan pengalaman menginap selama tiga bulan di berbagai kota di Indonesia. Karena program ini, terwujudlah alumni yang luar biasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Generasi muda yang memiliki pemahaman yang baik dan rasa hormat terhadap keragaman budaya dan berkomitmen untuk memperkuat persahabatan dan kolaborasi lintas budaya,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Teuku Faizasyah, dalam acara pembukaan yang turut disiarkan secara virtual, Jumat 24 September 2021.
 
“Sayangnya, pandemi melanda kami di awal tahun 2020. Karena pembatasan pergerakan diberlakukan di seluruh dunia, kami harus menunda program BSBI (Indonesian Arts and Culture Scholarship/IACS dalam bahasa Inggris) tahun lalu,” imbuhnya.
 
Sepanjang 2020, pelaksanaan BSBI kehilangan kesempatan untuk keterlibatan secara konstruktif dengan pemuda internasional yang bersemangat dalam memperkuat hubungan antar masyarakat dan mengembangkan saling pengertian, persahabatan, dan kolaborasi.
 
Kini di 2021 dan dengan inovasi mengoptimalkan penggunaan teknologi digital, IACS atau BSBI dilaksanakan secara virtual. Kemenlu pun merancang program Virtual IACS untuk memungkinkan keterlibatan dengan latar belakang peserta yang lebih luas.
 
“Saya senang mengetahui bahwa 46 peserta dari 21 negara di Asia, Eropa, dan Pasifik akan bergabung dengan program Virtual IACS 2021,” tutur mantan Duta Besar RI untuk Kanada itu.
 
“Berbeda dari program IACS (BSBI) sebelumnya kali ini kami memiliki peserta yang beragam dari mahasiswa, dosen, seniman profesional hingga ilmuwan etnomusikologi,” ucap Teuku Faizasyah.
 
Kemajuan teknologi digital juga memungkinkan Kemenlu untuk merancang kurikulum yang memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi para peserta. Selama 2 (dua) bulan ke depan, mulai 25 September 2021 sampai dengan 14 November 2021, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan selama dua jam dua kali seminggu.
 
Pelatihan akan dipimpin oleh 6 (enam) mitra art center, yaitu:
-Sanggar Seni Semarandana Bali.
-Sanggar Tari dan Musik Syofyani Padang.
-Sanggar Seni Langlang Buana Banyuwangi.
-Komunitas Seni Gubang Tenggarong.
-Sekolah Seni Kazaki Makassar.
-Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta.
 
Virtual IACS, meski berskala relatif kecil, juga bertujuan untuk memastikan keberlangsungan art center yang terdampak parah akibat Pandemi covid-19. Pusat-pusat seni menawarkan kurikulum pengalaman yang menyenangkan untuk belajar tari, musik dan seni kerajinan Indonesia secara virtual.
 
Kurikulum dirancang untuk juga mendorong peserta untuk mengembangkan komunikasi, pemahaman dan persahabatan. Minusnya, para peserta belum dapat merasakan pengalaman penuh kehidupan sehari-hari yang semarak di Indonesia kepada para peserta.
 
Faizasyah menambahkan, para peserta masih akan merasakan standar kualitas tertinggi untuk program ini.
 
“Oleh karena itu, saya mendorong para peserta program ini untuk memaksimalkan kesempatan. Tidak hanya untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang Indonesia, tetapi juga, untuk mempererat persahabatan global, kerjasama dan kolaborasi,” imbuhnya.
 
Diharapkan program BSBI Virtual atau Virtual IACS ini juga dapat menginspirasi untuk bersatu melawan pandemi, antara lain dengan menjunjung tinggi nilai-nilai inovasi dan kolaborasi.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif