PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob/Bernama
PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob/Bernama

Malaysia Berencana Longgarkan Lockdown

Internasional malaysia politik malaysia asean covid-19
Marcheilla Ariesta • 16 September 2021 02:00
Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob menilai penguncian (lockdown) tak lagi tepat mengatasi pandemi covid-19 di negaranya. Ia berencana membuka belasan sektor ekonomi untuk memulihkan ekonomi Negeri Jiran.
 
Rencananya, pelonggaran dilakukan di tengah lonjakan infeksi covid-19 di Malaysia. Pada Selasa, 14 September, kasus covid-19 di negara itu tembus dua juta sejak awal pandemi.
 
"Pembukaan kembali 11 sektor ekonomi di negara bagian di bawah Fase 1 dari rencana Pemulihan Nasional (NRP) adalah hal tepat, karena tingkat vaksinasi yang tinggi di negara bagian," kata Ismail Sabri, dilansir dari The Star, Rabu, 15 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, pemerintah telah mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan data dari penilaian risiko. Penilaian tersebut dilakukan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan dan Kosumen dalam Negeri.
 
Baca: Menlu Malaysia Serahkan Bantuan Kemanusiaan Covid-19 ke Indonesia
 
Menurutnya, pelonggaran penguncian ini dilakukan karena khawatir akan dampak buruk dari kebijakan tersebut. Hal ini, kata Ismail Sabri, termasuk kesehatan mental warga Negeri Jiran.
 
Ismail Sabri menuturkan, pencabutan penguncian tak hanya akan mempercepat pemulihan ekonomi. Warga juga diberikan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
 
Meski demikian, protokol kesehatan ketat tetap akan diterapkan selama pelonggaran penguncian. Ismail Sabri menegaskan, hanya konsumen dan pekerja yang sudah divaksinasi secara penuh yang dapat merasakan pelonggaran penguncian tersebut.
 
Beberapa waktu lalu, pemimpin partai oposisi Malaysia Democratic Action Party (DAP) Lim Kit Siang heran dengan kemampuan Indonesia yang lebih menurunkan angka covid-19 dibandingkan negaranya. Menurut Lim, negara tetangga meskipun populasinya lebih besar, telah berhasil mengurangi tingkat infeksinya jauh lebih cepat daripada Malaysia.
 
Lim mencatat Malaysia saat ini adalah salah satu negara dengan kinerja terburuk di dunia dalam hal respons covid-19 tahun ini.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif