Warga Singapura menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2020. Foto: Mediacorp.
Warga Singapura menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2020. Foto: Mediacorp.

Petugas Pemilu Singapura Dituduh Arahkan Warga Pilih Kandidat Tertentu

Internasional pemilu singapura
Fajar Nugraha • 10 Juli 2020 16:33
Singapura: The Election Departement atau Departemen Pemilihan Umum (ELD) Singapura mengatakan, ada laporan bahwa seorang petugas pemilu memberi tahu orangtuanya untuk memilih kandidat tertentu saat di bilik suara. Hal didapatkan dari sebuah posting online di sosial media.
 
"Ini adalah tuduhan serius. Kami mendesak pemilih untuk mengajukan rincian insiden ke departemen,” kata pihak ELD, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat 10 Juli 2020.
 
Ditambahkan bahwa semua petugas pemungutan suara terbatas pada area tertentu di tempat pemungutan suara (TPS). Mereka hanya bertugas untuk mengamati proses pemungutan suara dan tidak diizinkan untuk membantu pemilih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ELD menambahkan, petugas pemilu mungkin menjelaskan metode pemungutan suara kepada pemilih yang meminta penjelasan.
 
"Petugas pemilu kami dilatih untuk melakukan ini secara auditing, untuk memastikan bahwa petugas pemungutan suara dapat mendengar percakapan," tambah ELD.
 
“ELD berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kerahasiaan suara, dan telah menerapkan kontrol yang ketat pada setiap langkah proses pemungutan suara untuk memastikan hal ini,” imbuh pihak ELD.
 
Tempat pemungutan suara (TPS) dibuka pada pukul 8.00 pagi waktu setempat. 1.100 TPS di seluruh negeri telah dipersiapkan.

PAP tegaskan kekuasaan


Partai yang berkuasa saat ini People’s Action Party (PAP) berupaya untuk mengukuhkan kekuasaannya yang sudah berjalan selama 15 periode sejak memimpin Singapura pada 1959.
 
Sebanyak 11 partai ikut serta dalam pemilu kali ini. Jumlah itu merupakan yang terbesar dalam sejarah pemilihan umum di Negeri Singa.
 
Persaingannya namun cukup berat, dengan 93 kursi parlemen yang diperebutkan oleh para kandidat. Pada pemilu 2015, PAP meraih 82 kursi di parlemen diikuti oleh Partai Buruh yang meraih enam kursi ditambah tiga anggota parlemen non konstituen.
 
Namun dalam pemilu tahun ini menarik melihat kiprah partai baru seperti Progress Singapore Party (PSP). Partai pimpinan Tan Cheng Bock itu diperkuat oleh adik Perdana Menteri Singapore Lee Hsien Long yakni Lee Hsien Yang.
 
Baik Lee Hsien Long dan Lee Hsien Yang diketahui tidak berhubungan baik sejak kematian ayahnya yang juga pendiri Singapura, Lee Kuan Yew 2015 lalu. Menarik melihat sosok kedua Lee itu apakah bisa membuat perubahan dalam pemilu kali ini.
 

(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif