Demonstran mencoba menghalau gas air mata yang ditembakkan petugas di kota Yangon, Myanmar pada Minggu, 28 Februari 2021. (Sai Aung Main/AFP)
Demonstran mencoba menghalau gas air mata yang ditembakkan petugas di kota Yangon, Myanmar pada Minggu, 28 Februari 2021. (Sai Aung Main/AFP)

RI Prihatin atas Bertambahnya Jumlah Korban Tewas di Myanmar

Internasional konflik myanmar myanmar indonesia-myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
Marcheilla Ariesta • 28 Februari 2021 18:33
Jakarta: Situasi di Myanmar semakin buruk. Jumlah korban tewas dan luka bertambah dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran di berbagai wilayah Myanmar pada hari Minggu ini, 28 Februari 2021.
 
Dalam bentrokan terbaru, media lokal melaporkan adanya tiga korban tewas. Satu hari sebelumnya, seorang demonstran perempuan juga dilaporkan tewas terkena tembakan petugas dalam demo menentang kudeta militer.
 
Sebagai negara sahabat Myanmar, Indonesia menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka," kata Kementerian Luar Negeri RI, Minggu, 28 Februari 2021.
 
Pemerintah Indonesia juga mengucapkan duka cita dan bela sungkawa kepada para korban baik terluka dan tewas, juga keluarga mereka.
 
"Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh, serta mencegah situasi tidak semakin memburuk," lanjut Kemenlu RI.
 
Pada hari ini, tercatat tiga orang pengunjuk rasa tewas dalam aksi represif pasukan keamanan Myanmar. Junta militer Myanmar telah meningkatkan penggunaan kekuatannya dalam melawan demonstrasi besar-besaran yang menuntut dilepaskannya kekuasaan dan pembebasan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.
 
Baca:  'Dipecat' Junta Militer, Dubes Myanmar akan Lanjutkan Perlawanan
 
Polisi dan tentara menembakkan peluru karet, gas air mata, dan meriam air pada demonstrasi dalam beberapa pekan terakhir sebagai upaya menghentikan demo pembangkangan sipil.
 
Sebanyak tiga orang tewas dan sedikitnya 20 lainnya terluka ketika pasukan keamanan bergerak dalam unjuk rasa di Dawei, menurut seorang relawan medis dan laporan media lokal.
 
Pyae Zaw Hein, seorang petugas penyelamat, mengatakan bahwa ketiganya telah "ditembak mati dengan peluru tajam". Sementara yang terluka akibat terkena peluru karet.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif