Seorang pengunjuk rasa memakai kaca mata pelindung di tengah unjuk rasa dekat gedung parlemen di Bangkok, Thailand pada Selasa, 17 November 2020. (AFP/Jack Taylor)
Seorang pengunjuk rasa memakai kaca mata pelindung di tengah unjuk rasa dekat gedung parlemen di Bangkok, Thailand pada Selasa, 17 November 2020. (AFP/Jack Taylor)

Korban Bentrokan di Luar Parlemen Thailand Jadi 55 Orang

Internasional politik thailand thailand raja thailand Protes Thailand Prayuth Chan-ocha
Marcheilla Ariesta • 18 November 2020 13:53
Bangkok: Korban luka akibat bentrokan di sekitar gedung parlemen Thailand di Bangkok bertambah menjadi 55 orang. Beberapa dari mereka dilaporkan mengalami luka tembak.
 
Demo di Thailand sejak Juli lalu terus berlanjut dengan tuntutan yang sama, yakni mendesak mundur Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mengubah konstitusi negara, serta mereformasi pemerintahan dan kerajaan.
 
Kepolisian Thailand menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang memotong barikade kawat serta berusaha menyingkirkan barikade beton di luar gedung parlemen. Merespons adanya puluhan korban luka, polisi menyangkal telah menggunakan peluru tajam atau karet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tengah menyelidiki oknum yang menggunakan senjata api," kata Kepolisian Thailand, dilansir dari laman Malay Mail pada Rabu, 18 November 2020.
 
Gerakan protes di Thailand menyerukan reformasi konstitusi negara yang saat ini dinilai terlalu mengakar kepada kekuatan militer. Protes ini menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan dan kerajaan Negeri Gajah Putih dalam beberapa tahun terakhir.
 
Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di sekitar gedung parlemen dalam menekan para wakil rakyat parlemen untuk segera membahas perubahan konstitusi. Mereka juga terus mendorong agar PM Prayuth segera mundur dari kekuasaannya.
 
Pusat Medis Erawan Bangkok mengatakan, 55 orang terluka dalam bentrokan di sekitar gedung parlemn. Dari total tersebut, sebanyak 32 orang terluka akibat gas air mata, dan enam orang terkena tembakan.
 
Baca:41 Orang Terluka dalam Bentrokan di Luar Parlemen Thailand
 
"Kami mencoba menghindari terjadinya bentrokan," kata wakil kepala Kepolisian Bangkok, Piya Tavichai.
 
Menurutnya, polisi mencoba menghalau para pengunjuk rasa dari gedung parlemen, serta berusaha memisahkannya dari kelompok kemeja kuning yang merupakan pendukung keluarga kerajaan Thailand.
 
"Kami tidak akan menyerah! Tidak akan ada kompromi," tegas Parit Chiwarak, seorang koordinator aksi, ke arah ribuan demonstran.
 
Warong Dechgitvigrom, salah satu tokoh pendukung keluarga kerajaan Thailand, menilai bahwa "mengubah konstitusi dapat mengarah kepada penghapusan monarki." Ia mengaku tidak dapat membiarkan hal itu terjadi, karena monarki merupakan bagian tak terpisahkan dari Thailand.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif