Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo saat berbicara dengan Parti Liyani. Foto: Dok.KBRI Singapura
Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo saat berbicara dengan Parti Liyani. Foto: Dok.KBRI Singapura

Keadilan Ditegakkan untuk WNI Parti Liyani di Singapura

Internasional tki wni singapura
Fajar Nugraha • 12 November 2020 18:52
Singapura: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura terus mencermati dan memastikan hak hukum atas kasus yang menimpa salah satu warga negara Indonesia (WNI) di Singapura, Parti Liyani.
 
“Sangat dihargai bahwa pada akhirnya kebenaran bisa terwujud dan keadilan ditegakkan untuk Parti Liyani,” ungkap pernyataan KBRI Singapura, yang diterima Medcom.id, Kamis 12 November 2020.
 
Baca: Dibebaskan dari Dakwaan Pencurian, WNI Tuntut Balik Jaksa Singapura.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hal ini sejalan dengan pernyataan PM Lee Hsien Loong bahwa sistem keadilan yang bersih dan kesetaraan di depan hukum adalah tujuan fundamental Singapura, dan jika ada kekurangan, segenap daya upaya segera dikerahkan untuk perbaikan,” imbuh pernyataan itu.
 
Apresiasi yang tinggi disampaikan kepada organisasi HOME yang memberikan dukungan tiada henti, juga penghargaan kepada Pengacara Aniel Balchandani yang tekun dan cermat memberikan bantuan hukum kepada Parti Liyani.
 
KBRI sejalan dengan harapan terdalam Parti Liyani, yang kerap ia ungkapkan, termasuk dalam pertemuan baru-baru ini dengan Duta Besar Suryopratomo didampingi oleh HOME dan pengacaranya, bahwa kasusnya agar menjadi yang terakhir dan tidak akan dialami oleh yang lainnya di masa mendatang.

Kasus Parti

Parti Liyani, dibebaskan dari tuduhan pencurian di rumah majikannya pada September lalu. Dua kemudian mengajukan tuntutan balik kepada dua jaksa penuntut yang mendakwanya. Ketika Parti dinyatakan tidak bersalah, dia langsung mengajukan kasus ke pengadilan tinggi.
 
Baca: Dirugikan Jaksa Singapura, WNI Tuntut Ganti Rugi Rp763 juta.
 
Meminta perintah kompensasi atas kasus itu, Parti memperkirakan kerugiannya mencapai 71 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp763 juta. Parti divonis pada Maret 2019 di Pengadilan Negara atas tuduhan mencuri barang senilai 34 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp365 juta dari mantan CEO Bandara Changi, Liew Mun Leong dan keluarganya ketika bekerja untuk mereka sebagai asisten rumah tangga (ART).
 
Hukuman itu dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi pada 4 September, dan dia dibebaskan dari semua tuduhan pencurian.
 
Pengacaranya, Anil Balchandani, mengatakan kepada Hakim Chan Seng Onn pada Selasa 27 Oktober 2020 bahwa sebenernya dirinya sebagai pengacara awalnya berencana untuk mendekati Liew dan keluarganya secara langsung untuk mendapatkan kompensasi.
 
Namun instruksi kliennya adalah "jangan menambah lebih banyak masalah (kepada Liew), karena dia (telah) mengundurkan diri dari berbagai posisi di Grup Bandara Changi dan Surbana Jurong setelah dia dibebaskan”.
 
Oleh karena itu Balchandani meminta kompensasi dari pengadilan, khususnya diarahkan kepada dua jaksa penuntut.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif