Ferdinand Marcos Jr, siap wujudkan mimpi ayahnya untuk aktifkan PLTN di Filipina. Foto: AFP
Ferdinand Marcos Jr, siap wujudkan mimpi ayahnya untuk aktifkan PLTN di Filipina. Foto: AFP

Anak Diktator Menang Pemilu, PLTN Filipina Kemungkinan Diaktifkan Lagi

Internasional nuklir filipina Pemilu Filipina Ferdinand Marcos Jr
Marcheilla Ariesta • 05 Mei 2022 15:08
Manila: Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Filipina dapat dibangkitkan lagi jika Ferdinand Marcos Jr. memenangkan pemilihan presiden pekan depan. PLTN itu dibangun dekat garis patahan dan gunung berapi di Filipina selama kediktatoran ayahnya, Ferdinand Marcos.
 
Pabrik Bataan senilai USD2,2 miliar menjadi 'monumen keserakahan dan korupsi' era Marcos. Bangunan itu dibiarkan terbengkalai setelah ia digulingkan pada 1986.
 
Bahkan sebelum kecelakaan nuklir Chernobyl tahun itu menentukan nasibnya, ada kekhawatiran tentang desain dan lokasi Bataan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasalnya, pembangkit ini terletak di pantai 18 meter di atas permukaan laut dan dekat beberapa gunung berapi di bagian Filipina yang sering diguncang gempa bumi.
 
Marcos Junior bersumpah untuk mempercepat adopsi tenaga nuklir jika dia terpilih. Ia membuka kemungkinan untuk menghidupkan kembali usaha ayahnya yang gagal.
 
“Kami benar-benar harus melihat tenaga nuklir," kata Marcos Jr dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Ia bersikeras, sebuah PLTN diperlukan untuk memotong harga listrik yang terlalu tinggi di negara itu. Marcos Jr juga merupakan penggemar teknologi angin, matahari dan panas bumi.
 
Menurutnya, proposal Korea Selatan untuk merehabilitasi pabrik Bataan harus ditinjau kembali. "Mari kita lihat lagi," serunya.
 
Studi oleh para ahli Korea Selatan dan Rusia menunjukkan kemungkinan untuk membuat pembangkit 620 megawatt bekerja kembali. Tetapi meningkatkan fasilitas tua yang dilengkapi dengan teknologi analog yang sudah ketinggalan zaman bisa memakan waktu setidaknya empat tahun dan menelan biaya USD1 miliar lagi.
 
Filipina adalah negara yang secara geologis bergejolak dan tanah di dekat pabrik rentan terhadap aktivitas seismik.
 
Gunung Pinatubo, sebuah gunung berapi 57 kilometer utara pabrik, meletus pada 1991 dan menewaskan 300 orang. Seismolog mengatakan gunung berapi Natib dan Mariveles di dekatnya "berpotensi aktif".
 
Dibangun sebagai tanggapan atas meningkatnya permintaan energi dan goncangan harga minyak dunia pada 1970-an, pembangkit Bataan tidak pernah menghasilkan daya satu watt pun.
 
Namun biaya pembayar pajak antara 25 juta dan 35 juta peso per tahun untuk pemeliharaannya. Alih-alih menghasilkan listrik, peninggalan tersebut berfungsi sebagai tujuan turis dan pelajar - bagian dari upaya Perusahaan Tenaga Nasional milik negara untuk mendidik masyarakat tentang tenaga nuklir.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif