Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Senegal, Aissata Tall Sall pada 6 Juli 2022. Foto: Kemenlu RI
Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Senegal, Aissata Tall Sall pada 6 Juli 2022. Foto: Kemenlu RI

Menlu RI-Senegal Satukan Suara Negara Berkembang Agar Perang di Ukraina Dihentikan

Fajar Nugraha • 07 Juli 2022 07:05
Bali: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Senegal, Aissata Tall Sall, pada 6 Juli 2022. Menlu Sall berada di Bali dalam rangka menghadiri Pertemuan Menlu G20 (FMM G20), 7-8 Juli 2022, dalam kapasitas sebagai Ketua Uni Afrika.
 
“Menlu Senegal menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia sebagai Presiden G20 pertama yang mengundang kehadiran Uni Afrika dalam pertemuan G20,” sebut keterangan Kemenlu, yang dikutip dari situs Kemlu.go.id, Kamis 7 Juli 2022.
 
“Terkait kerja sama bilateral, kedua Menlu telah menandatangani MoU Konsultasi Diplomatik yang akan menjadi forum pembahasan peningkatan kerja sama bilateral di berbagai bidang,” imbuh keterangan tersebut.
 
Kedua Menlu juga telah menyepakati secara prinsip rezim bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dinas. Pada kesempatan tersebut juga, Indonesia telah sampaikan permintaan agar dikeluarkan dari klasifikasi C System Visa Senegal. Kebijakan tersebut dinilai sangat tidak sesuai dengan kondisi Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menlu Senegal sepakat bahwa kebijakan visa Senegal terhadap Indonesia sudah tidak sesuai dengan situasi Indonesia dan oleh karenanya akan segera lakukan koordinasi dengan Otoritas di Senegal agar kebijakan tersebut dapat ditinjau ulang.
 
Selain isu bilateral, telah dibahas juga situasi terkini di Ukraina. Kedua Menlu memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya menyatukan suara negara-negara berkembang dalam upaya menghentikan perang yang terjadi.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif