"Yang pasti mayoritas datang in person (secara fisik)," ucap Trian dalam pembaruan pers secara virtual, Kamis, 30 Juni 2022.
Trian mengatakan, semua negara yang diundang sudah melakukan registrasi. "Tunggu kedatangan mereka," ucapnya.
Ia menambahkan, tidak bisa mengungkapkan nama dan negara para menlu yang hadir dengan alasan keamanan.
Ditanya mengenai kehadiran Menlu Ukraina Dmytro Kuleba, Trian menjawab, undangan sudah diberikan.
Baca juga: Zelensky Sebut Partisipasi Ukraina dalam KTT G20 Tergantung Situasi Keamanan
"Tetapi kita masih menunggu apakah kehadirannya dalam bentuk virtual atau physical," serunya.
FMM G20 akan dilaksanakan pada 7-8 Juli di Bali. Dalam pertemuan ini, para menlu akan membahas dinamika perkembangan yang terjadi secara global dan yang sedang dihadapi dunia saat ini.
Trian menjelaskan, seperti sudah menjadi tradisi FMM G20 sebelumnya, tidak akan ada dokumen yang dihasilkan dalam pertemuan para menlu. Menurutnya, karena pembahasannya meluas pada berbagai isu.
"Tidak akan menghasilkan outcome yang negotiated text. Kita mengikuti tradisi sebelumnya. Tapi, pertemuan ini akan dimanfaatkan para menlu untuk membahas berbagai isu, baik dalam pertemuan (grup) atau bilateral resmi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News