Ilustrasi kapal selam bertenaga nuk;ir. (AFP)
Ilustrasi kapal selam bertenaga nuk;ir. (AFP)

ISESS: AUKUS Bisa Jadi Ancaman Bagi Kedaulatan Indonesia

Internasional Amerika Serikat Kapal Selam Inggris Australia AUKUS
Marcheilla Ariesta • 19 September 2021 13:48
Jakarta: Aliansi Amerika Serikat, Australia, dan Inggris (AUKUS) untuk membangun armada kapal selam nuklir dinilai sebagai ancaman. Bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga untuk kawasan Asia Pasifik.
 
"Terutama terhadap masa depan zona bebas nuklir Asia Tenggara serta meningkatkan ketegangan," kata Khairul Fahmi, pengamat pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) kepada Medcom.id, Minggu, 19 September 2021.
 
Khairul mengatakan, kehadiran kapal selam nuklir yang diakuisisi Australia jelas merupakan potensi ancaman langsung bagi kedaulatan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, kawasan ini sering dihadapkan tantangan dan gangguan di perairan, baik di atas maupun di bawah permukaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke depan, tutur Khairul, sulit membayangkan pergerakan armada itu nantinya tidak akan mengganggu dan merepotkan.
 
"Bagi Indonesia sendiri, dan saya yakin juga negara lainnya di kawasan ini, rencana itu tentu saja berdampak signifikan pada arah kebijakan pertahanan negara," ucapnya.
 
"Peta dan skenario ancaman yang berubah, akan diikuti oleh penyesuaian-penyesuaian dalam pembangunan postur pertahanan," imbuh Khairul.
 
Menurutnya, langkah Kementerian Luar Negeri RI meminta agar rencana tersebut dipertimbangkan kembali, sejauh ini sudah tepat. Ia menegaskan, perairan Indonesia merupakan bagian dari zona damai dan bebas nuklir Asia Tenggara.
 
Khairul mengimbau, pemerintah untuk mengantisipasi dengan reorientasi kebijakan pertahanan, penyesuaian dalam pembangunan kekuatan untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan penegakkan kedaulatan.
 
"Penyesuaian itu pastinya akan berkonsekuensi pada rencana kebutuhan alutsista agar memiliki efek deteren yang tinggi. Soal serupa atau sejenis, yang jelas Indonesia terikat pada instrumen ASEAN seperti Kawasan Damai, Bebas, dan Netral (Zone of Peace, Freedom and Neutrality/ZOPFAN), Traktat Persahabatan dan Kerja Sama Negara-Negara ASEAN (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC), dan Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ)," pungkasnya.
 
Baca:  Protes Aliansi AUKUS, Prancis Tarik Dubes dari AS dan Australia
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif