Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah masih dalam perawatan. Foto: AFP
Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah masih dalam perawatan. Foto: AFP

Sakit, Raja Malaysia Tidak Bisa Terima Para Politikus

Internasional anwar ibrahim malaysia politik malaysia
Fajar Nugraha • 25 September 2020 16:33
Kuala Lumpur: Politik di Malaysia kembali memanas ketika Anwar Ibrahim mengklaim mendapatkan dukungan besar membentuk pemerintahan baru. Namun Anwar belum diterima untuk audiensi dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah.
 
Baca: Anwar Ibrahim Banyak Didukung Politikus Partai Musuh.
 
“Sultan Abdullah tidak akan memberikan audiensi kepada siapa pun selama seminggu karena dia sedang dalam perawatan di rumah sakit,” kata seorang pejabat istana pada Jumat 25 September 2020, yang dikutip Bernama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keterangan itu seperti menjadi jawaban kepada Anwar Ibrahim yang meminta pertemuan dengannya untuk dibentuk pemerintahan baru.
 
Anwar mengatakan Rabu lalu bahwa dia telah mendapatkan mayoritas yang ‘kuat, hebat’ dari anggota parlemen di parlemen untuk menggulingkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Tetapi dia harus meyakinkan raja bahwa dia memiliki angka-angka untuk membentuk pemerintahan.
 
Gejolak politik terjadi hanya tujuh bulan setelah perebutan kekuasaan lainnya yang membuat Muhyiddin mendapatkan jabatan perdana menteri. Hal ini dapat menunda upaya untuk menstabilkan ekonomi yang terguncang akibat dampak pandemi virus korona.
 
Muhyiddin, yang memiliki mayoritas tipis di parlemen, telah menolak klaim Anwar sebagai mayoritas dan menantangnya untuk membuktikannya melalui proses konstitusional.
 
Raja memainkan peran seremonial di Malaysia tetapi dia bisa menunjuk perdana menteri yang menurutnya kemungkinan akan memimpin mayoritas di parlemen. Dia juga bisa membubarkan parlemen dan memicu pemilihan atas saran perdana menteri.
 
"Yang Mulia telah dinasehati oleh dokternya untuk tetap di (rumah sakit) selama tujuh hari untuk observasi. Jadi sampai saat itu, dia tidak akan mengadakan pertemuan," ucap pengawas istana Ahmad Fadil Shamsuddin.
 
Anwar dijadwalkan untuk bertemu dengan raja pada Selasa tetapi pengangkatan itu harus dibatalkan karena Sultan Abdullah sedang tidak sehat dan harus dibawa ke rumah sakit.
 
Tidak ada partai politik besar yang mendukungnya, tetapi pemimpin Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa, mengatakan telah terjadi pembelotan ke kubu Anwar.
 
Dalam pidato kampanye di negara bagian Sabah, Perdana Menteri Muhyiddin kembali mempertanyakan klaim Anwar bahwa dia memiliki mayoritas.
 
“Dia membuat pernyataan dan ketika ditanya tentang jumlah pendukung dan siapa yang telah memberikan pernyataan dukungan menurut undang-undang, dia hanya mengatakan menunggu jawaban,” pungkas Muhyiddin.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif