Phnom Penh: Lokakarya Tari Tortor telah diselenggarakan di Auditorium SCIA (Singapore-Cambodia International Academy) di Phnom Penh, Kamboja, pada 6 November lalu. SCIA adalah sekolah asing yang didirikan Singapura di Phnom Penh.
Jenjang pengajaran pendidikan di Sekolah SCIA adalah tingkatan taman kanak-kanak, sekolah dasar, menengah dan atas.
Memenuhi permintaan SCIA untuk mengisi acara lokakarya, seorang guru tari bernama Jery Periance Saragih dari Pusat Budaya Indonesia Nusantara KBRI Phnom Penh (PUSBUDI), telah mendemonstrasikan tahapan tari Tortor.
Berdasarkan keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Selasa, 9 November 2021, Jery menampilkannya dengan penuh arti dan nilai seni budaya tinggi, diiringi alunan musik khas Sumatra Utara yang memukau.
Tari Tortor merupakan salah satu jenis tarian tradisional yang sudah membudaya dan dikenal luas di masyarakat Sumut. Dalam setiap penyelenggaraan acara adat, tari Tortor selalu ditampilkan dan menjadi bagian penting dalam masyarakat adat Batak yang memiliki nilai budaya dan spiritual.
Melalui tarian ini pula, masyarakat adat dapat menyampaikan harapannya, doa, dan semua aktivitas kehidupan mereka.
Sebelum ditutup, acara dilanjutkan penyerahan seritifikat penghargaan kepada KBRI Phnom Penh dan Jery Periance Saragih, yang diserahkan Suzanna Sa’at, Head of Admission and Community Engagement SCIA.
Penyerahan sertifikat ini disaksikan Deputy Director General Cultural Affairs, Ministry of Culture and Fine Arts Cambodia, Cambodian Dance Sport Federation, serta para hadirin.
Baca: Sociopreneurship di Kalangan Muda Untuk Mencapai Tujuan SDGs 2030
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan