Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah di sela PPTM 2023 di Jakarta, Rabu, 11 Januari 2023. (Medcom.id / Marcheilla Ariesta)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah di sela PPTM 2023 di Jakarta, Rabu, 11 Januari 2023. (Medcom.id / Marcheilla Ariesta)

PPTM 2023

Indonesia Ingin Indikator Keberhasilan Keketuan ASEAN Tak Hanya Masalah Myanmar

Marcheilla Ariesta • 11 Januari 2023 21:11
Jakarta: Sudah hampir dua tahun junta Myanmar melakukan kudeta. Selama dua tahun pula ASEAN berusaha membantu meredakan krisis demokrasi di negara anggotanya itu.
 
Namun, selama dua kali ganti keketuaan, ASEAN dinilai 'masih gagal' merangkul Myanmar untuk kembali berdemokrasi.
 
Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini memikul beban berat. Indonesia menanggung harapan tinggi agar ASEAN dapat menyelesaikan krisis di Myanmar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, tak hanya masalah Myanmar saja yang harus dibereskan, Indonesia memiliki banyak prioritas lainnya untuk ASEAN yang harus didorong juga.
 
"Kita realistis saja. Isu ini bukan hal mudah. Kita tidak ingin kepemimpinan Indonesia di ASEAN hanya diindikatorkan oleh penyelesaian isu Myanmar," kata Faizasyah kepada awak media di Jakarta, Rabu, 11 Januari 2023.
 
"Jangan ukur di satu isu, banyak aspek kerja sama ASEAN yang kita dorong dan pastikan keberhasilannya tahun ini," sambung dia.
 
Indonesia mengambil tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Lewat tema ini, Indonesia ingin ASEAN menjadi indikator pusat pertumbuhan ekonomi terbesar dunia.
 
Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan, akan membentuk Kantor Utusan Khusus, yang dipimpin olehnya.
 
Langkah yang akan diambil Indonesia akan selalu berdasar prinsip dan nilai fundamental Piagam ASEAN. "Hal tersebut antara lain, ketaatan pada supremasi hukum, pemerintahan yang baik, dan prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional," ujar Retno.
 
Sesuai 5PC dan keputusan KTT ASEAN di Phnom Penh, Indonesia akan melakukan pendekatan dengan semua pemangku kepentingan. "Hanya melalui engagement dengan semua stakeholders, maka mandat 5PC mengenai fasilitasi bagi terciptanya dialog nasional dapat dilakukan," ujarnya.
 
Kolaborasi dengan Utusan Khusus Sekjen PBB akan terus dilakukan. Indonesia meminta agar akses kepada semua stakeholders diberikan untuk Sekjen ASEAN dan ASEAN Humanitarian Assistence (AHA) Centre, agar mereka dapat melanjutkan misi bantuan kemanusiaan. 
 
Keketuaan Indonesia juga akan memastikan bahwa  pembangunan komunitas ASEAN akan tetap menjadi fokus utama.  "Isu Myanmar tidak akan dibiarkan menyandera proses penguatan pembangunan komunitas ASEAN," tegasnya.
 
Baca:  Menlu Retno Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar Tahun Ini
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif