Warga yang terjebak banjir diselamatkan regu penyelamat Filipina. Foto: AFP
Warga yang terjebak banjir diselamatkan regu penyelamat Filipina. Foto: AFP

Filipina Dihantam Badai dan Banjir Sejak Natal, 29 Warga Tewas

Fajar Nugraha • 29 Desember 2022 07:19
Manila: Korban tewas akibat banjir di Filipina telah meningkat menjadi 29 orang sementara 25 lainnya masih hilang. Sementara di saat bersamaan, badai diperkirakan akan menurunkan lebih banyak hujan di wilayah selatan dan tengah yang paling parah dilanda banjir.
 
Badan tanggap bencana nasional Filipina mengatakan, sebagian besar korban tewas akibat tenggelam. Sementara di antara yang hilang adalah nelayan yang kapalnya terbalik.
 
Puluhan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka saat hujan deras mengguyur desa-desa, kota-kota dan jalan raya pada Hari Natal. Cuaca buruk ini meredam perayaan pada hari libur paling penting di negara yang mayoritas beragama Katolik itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih dari 86.000 orang masih berada di tempat penampungan darurat pada Kamis 29 Desember 2022.
 
Peramal cuaca mengatakan sistem tekanan rendah baru dapat membawa hujan sedang hingga lebat dalam 24 jam ke depan ke daerah yang sama di Filipina timur, tengah dan selatan yang terkena dampak banjir.
 
"Banjir dan tanah longsor yang disebabkan hujan kemungkinan besar terjadi, terutama di daerah yang sangat atau sangat rentan terhadap bahaya ini," kata biro cuaca Filipina, seperti dikutip ABC Australia.
 
Badan bencana mengatakan, upaya bantuan sedang dilakukan untuk membantu orang-orang di daerah yang dilanda banjir parah. Pejabat pada Rabu akan melakukan pengawasan udara atas Misamis Occidental untuk menilai tingkat kerusakan.
 
Perubahan iklim membawa badai yang lebih kuat
cuaca berubah buruk selama akhir pekan saat negara rawan bencana berpenduduk 110 juta orang bersiap untuk liburan Natal yang panjang.
 
Filipina berada di antara negara-negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, dan para ilmuwan telah memperingatkan bahwa badai menjadi lebih kuat saat dunia menjadi lebih hangat.
 
Gambar dari provinsi selatan Misamis Occidental menunjukkan penyelamat membawa seorang wanita tua di atas kursi plastik saat mereka mengarungi jalan yang banjir.
 
Beberapa penduduk di provinsi itu terlihat berpegangan pada pelampung saat penyelamat penjaga pantai menarik mereka melintasi banjir setinggi dada menggunakan tali.
 
“Sedangkan 18 dari 29 kematian dilaporkan di wilayah Mindanao Utara, sementara 12 dari 25 yang hilang berasal dari Visayas Timur di Filipina tengah,” ucap Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional.
 
Lebih dari 3.200 rumah rusak akibat banjir bersama dengan jalan dan jembatan, dan beberapa daerah tidak memiliki listrik atau air, lapor badan tersebut. Garis geser -,titik di mana udara hangat dan dingin bertemu,- memicu hujan di beberapa bagian negara.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif