"Pasti virtual, rencananya 26 juni, tapi agendanya belum dibagikan," kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Jose Tavares, Rabu 17 Juni 2020.
Jose mengatakan isu yang dibahas adalah isu-isu umum, tentunya tidak terlepas dari isu penanganan virus korona (covid-19) dan pemulihan pasca pandemi.
"Indonesia akan angkat isu itu (covid-19)," tutur Jose dalam jumpa pers daring di Jakarta.
Jose menambahkan isu Laut China Selatan tidak akan menjadi prioritas dari pertemuan tersebut. Namun, imbuh dia, isu itu terbuka dan bisa saja dibahas oleh kepala negara.
Sejak awal 2020, sengketa Laut China Selatan kembali memanas. Namun, ketegangan semakin terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu insiden teranya, saat dua kapal Tiongkok menyerang dan bahkan menyita hasil tangkapan kapal nelayan Vietnam di Laut China Selatan. Padahal, Vietnam juga merupakan salah satu negara yang mengklaim wilayah di perairan tersebut.
Sementara itu, untuk perundingan Code of Conduct (CoC) Laut China Selatan, menurut Jose mengalami kendala karena covid-19. Pasalnya, CoC tidak bisa dilakukan secara virtual.
Meski demikian, dia tetap optimis CoC akan segera rampung.
"Apakah kami optimis? Tetap harus. Komitmen dan political will negara-negara sudah ada," pungkasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
(FJR)











