NEWSTICKER
Acara tabligh akbar di Malaysia pada 27 Februari hingga 1 Maret lalu, ditengarai jadi penyebaran virus korona. Foto: The Star
Acara tabligh akbar di Malaysia pada 27 Februari hingga 1 Maret lalu, ditengarai jadi penyebaran virus korona. Foto: The Star

Malaysia Umumkan Dua Orang Meninggal Akibat Korona

Internasional malaysia Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 17 Maret 2020 18:55
Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia umumkan dua pasien virus korona covid-19 meninggal pada Selasa 17 Maret. Salah satu korban tewas, sempat mengikuti acara tabligh akbar di Sri Petaling.
 
Menteri Kesehatan Adham Baba mengatakan, korban meninggal pertama adalah seorang pendeta berusia 60 tahun dari Sarawak. Sedangkan yang kedua adalah seorang pria berusia 34 tahun yang menghadiri pertemuan keagamaan Sri Petaling.
 
“Pria 34 tahun, yang dikenal sebagai Kasus 178, menghadiri tabligh akbar yang diadakan di masjid Sri Petaling antara 27 Februari dan 1 Maret,” ujar Menteri Adham, seperti dikutip The Star, Selasa, 17 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dia mengalami demam pada 5 Maret dan didiagnosis dengan covid-19 di Rumah Sakit Permai di Johor. Kondisinya kemudian memburuk dan dia dinyatakan meninggal pada Selasa,” kata Adham.
 
Sementara itu, pendeta berusia 60 tahun dari Gereja Baptis Emmanuel Sarawak, yang dikenal sebagai Kasus 358, mengalami demam, batuk dan kesulitan bernafas mulai 7 Maret. Dia memiliki kondisi medis kronis.
 
“Dia dirawat di Rumah Sakit Umum Sarawak pada 14 Maret. Kondisinya memburuk dan dia dipindahkan ke unit perawatan intensif. Dia juga meninggal pada Selasa,” tambah Adham.
 
Lebih lanjut Adham juga mengonfirmasi bahwa Malaysia telah melaporkan 120 kasus covid-19 baru pada Selasa. Sehingga jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Malaysia menjadi 673.
 
Banyak kasus baru terkait dengan pertemuan tabligh di masjid tersebut. Acara, dihadiri oleh 16.000 orang, juga menyebabkan infeksi di Brunei, Singapura dan Indonesia. Sekitar 700 WNI turut serta dalam kegiataan keagamaan itu.
 
Pada Senin malam, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan perintah pengetatan pergerakan bagi warga, yang melarang warga negara untuk pergi ke luar negeri dan orang asing memasuki negara itu selama sekitar dua minggu mulai Rabu. Larangan dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 lebih lanjut di negara itu.
 
Muhyiddin mengatakan, pemerintah melarang berbagai pertemuan dan gerakan publik di seluruh negara, termasuk acara keagamaan, pertemuan olahraga, kegiatan sosial dan budaya akan dilarang.
 
Semua tempat ibadah dan tempat bisnis harus ditutup. Kecuali untuk supermarket, toko kelontong dan toko serba ada yang menjual kebutuhan sehari-hari.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif