Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat saat berbicara kepada wartawan di Jakarta, Senin 12 September 2022. (Fajar Nugraha / Medcom.id)
Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat saat berbicara kepada wartawan di Jakarta, Senin 12 September 2022. (Fajar Nugraha / Medcom.id)

Indonesia Bawa 3 Isu Utama di Sidang Majelis Umum PBB

Fajar Nugraha • 12 September 2022 17:04
Jakarta: Presidensi di G20 menjadi fokus Indonesia di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun ini. Ada tiga isu utama yang diusung oleh delegasi Indonesia pada sidang yang dibuka pada 13 September itu.
 
"Tiga isu yang tetap kita usung, pertama ketahanan energi, transisi digital ekonomi dan arsitektur kesehatan global," ujar Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat, kepada wartawan di Jakarta, Senin 12 September 2022. 
 
"Ketiga isu ini sangat relevan dan akan terus kita bawa hingga Bali. Kita harapkan betul bahwa pertemuan-pertemuan kita akan lakukan di New York akan mendukung KTT G20 di Bali," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu menurut Tri, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berencana bertemu secara bilateral dengan para menlu negara anggota G20. Menlu juga akan melakukan pertemuan dengan Menlu ASEAN menjelang keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023.
 
Tidak hanya itu, Indonesia juga selalu konsisten menegaskan pentingnya multilateralisme, karena saat ini kecenderungan yang ada adalah pendekatan unilateral. Termasuk pendekatan take it or leave it, yang berarti tidak ada inklusivitas dalam proses pendekatan multilateral.
 
"Kita ingin mengedepankan kembali peranan PBB dalam penanganan tantangan-tantangan global, khususnya pandemi, pemulihan iklim dan perubahan iklim," tegasnya.
 
Penguatan arsitektur kesehatan global juga menjadi salah satu pilar Presidensi Indonesia di G20. Ini menjadi aktivitas diplomasi kesehatan Indonesia yang terus didorong hingga hari ini.
 
Dalam beberapa peristiwa global, PBB dianggap terlalu lamban bertindak. Namun pada saat ini, menurut Tri, lembaga internasional yang mengutamakan multilateralisme adalah PBB, dan kondisi itu mau tidak mau harus diterima.
 
Baca:  Jokowi Tak Hadiri Sidang Majelis Umum PBB Secara Langsung Tahun Ini

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif