Kemenlu RI memfasilitasi pemulangan enam ABK WNI dari Filipina, 29 September 2022. (Kemenlu RI)
Kemenlu RI memfasilitasi pemulangan enam ABK WNI dari Filipina, 29 September 2022. (Kemenlu RI)

Telantar 7 Bulan di Kapal, 6 ABK WNI Dipulangkan dari Filipina

Willy Haryono • 01 Oktober 2022 11:33
Jakarta: Kementerian Luar Negeri telah mefasilitasi pemulangan enam orang anak buah kapal warga negara Indonesia (ABK WNI) kapal MV Sky Fortune dari Filipina ke Indonesia menggunakan penerbangan PR 535 pada 29 September 2022. Kemenlu RI juga melakukan serah terima kepada BP2MI Serang untuk pemulangan kembali ke daerah asal.?
 
"Langkah pelindungan telah dilakukan, antara lain berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait di Filipina dan Perwakilan RI di Panama City, Hong Kong dan Taipei," ucap Duta Besar LBBP RI di Filipina, Agus Widjojo.
 
"Selain itu, pendekatan dilakukan kepada otoritas di Filipina agar para awak kapal dapat turun untuk memulihkan kondisi kesehatan, pemberian bantuan logistik, sambil menekankan aspek-aspek kemanusiaan agar para awak kapal dapat dibebaskan dari segala tuntutan serta upaya pemulangan," sambungnya, dalam keterangan di situs Kemenlu RI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, kapal MV Sky Fortune ditahan otoritas Filipina atas pelanggaran memasuki wilayah yang bukan untuk pergantian kru kapal di Tabaco dan juga mendapatkan tuntutan ganti rugi oleh pemilik kapal.
 
Para ABK, di antaranya termasuk keenam WNI, tidak diperbolehkan meninggalkan kapal untuk menunggu proses hukum yang dijalankan. Namun dalam perkembangannya, para awak kapal ditelantarkan selama 7 bulan di atas kapal dalam kondisi tidak memadai.
 
Sejumlah ABK mengalami sakit dan kekurangan pasokan logistik, sedangkan kondisi kapal semakin memburuk karena muatan (bahan makanan) yang dalam keadaan tidak layak.
 
Pengiriman/keberangkatan keenam ABK WNI tersebut tidak prosedural, sehingga tidak terdapat manning agency yang dapat diminta pertanggungjawabannya. Sementara pihak pemilik kapal yang pada awalnya bersikap kooperatif dengan otoritas Filipina telah menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.
 
Lebih lanjut, kini para ABK kapal MV Sky Fortune telah mendapatkan izin untuk turun dari kapal dan meninggalkan wilayah Filipina dari Biro Imigrasi Filipina, untuk dapat kembali ke Tanah Air setelah KBRI Manila telah mengurus perizinan dan dokumen perjalanan bagi pemulangan keenam ABK/WNI sekaligus pendampingan hingga tiba di Indonesia.
 
Keseluruhan upaya dan langkah dalam penanganan kasus ABK/WNI kapal MV Sky Fortune merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam pelindungan terhadap warganya di luar negeri.
 
Kemenlu RI dalam hal ini senantiasa menghimbau masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri untuk menggunakan jalur atau koridor yang resmi dan menaati prosedur keberangkatan yang berlaku. Hal ini vital untuk dilakukan untuk memastikan telah terdapat sistem pelindungan yang mumpuni ketika bekerja di luar negeri.
 
Baca:  Viral! ABK WNI Ditahan 17 Bulan oleh Polisi Laut Tiongkok
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif